Artis

Biasa Melawak di Televisi, Mumuk Gomez Dituntut Bisa Menangis dan Ketakutan di Film Horor

Tidak mudah bagi Mumuk Gomez ketika diminta sutradara Rudi Soedjarwo untuk beradegan sedih, menangis hingga ketakutan di film horor.

Biasa Melawak di Televisi, Mumuk Gomez Dituntut Bisa Menangis dan Ketakutan di Film Horor
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Mumuk Gomez kembali memainkan peran Fira di film horor 'Kembalinya Anak Iblis' yang merupakan lanjutan film '13 The Haunted'. Mumuk berbagi kisah di Redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). 

Akting komedian dan pemain film Mumuk Gomez (24) kembali diuji di film horor Kembalinya Anak Iblis.

Cerita film Kembalinya Anak Iblis ini merupakan kisah lanjutan 13 The Haunted garapan sutradara Rudi Soedjarwo dan rumah produksi RA Pictures.

Di film horor yang tetap disutradarai Rudi Soedjarwo itu, Mumuk Gomez berperan sebagai Fira.

Mumuk Gomez di Redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).
Mumuk Gomez di Redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Meski di film 13 The Haunted juga memainkan peran sebagai Fira, Mumuk Gomez mengaku tidak mudah memerankan karakter yang sama di film Kembalinya Anak Iblis.

"Fira di Kembalinya Anak Iblis ini menantang banget. Emosi berbeda. Cukup sulit dikembangkan," kata Mumuk Gomez di Redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Saat itu Mumuk Gomez datang bersama Endy Arfian (18), salah satu lawan mainnya di Kembalinya Anak Iblis dan 13 The Haunted.

VIDEO: Endy Arfian dan Mumuk Gomez Berhadapan dengan Setan di Film Kembalinya Anak Iblis

Jadi Julid, Mumuk Gomez Belajar dari Netizen

"Di film Kembalinya Anak Iblis, aku dituntut bisa melakukan emosi apapun, ada marah, nangis, sampai sedih. Menantang banget," ucapnya.

Bagi Mumuk yang tak selalu aktif di dunia film, butuh waktu lama untuk mengasah akting.

"Aku banyak belajar akting sama teman yang sebelumnya sering main film, terutama memainkan emosi," jelas perempuan kelahiran Kulon Progo, Yogyakarta, 27 Mei 1995, itu.

Sulit Adegan Menangis dan Sedih

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved