Histori

Banyak Salah Paham, Ternyata Pancasila Disusun Para Ulama Hingga Bikin Bung Karno Menangis

Pancasila bukanlah hasil dari satu golongan semata. Golongan ulama, Tionghoa, Arab hingga peranakan Belanda terlibat dalam ideologi bangsa tersebut.

Banyak Salah Paham, Ternyata Pancasila Disusun Para Ulama Hingga Bikin Bung Karno Menangis
YouTube
Soekarno saat Proklamasi 17 Agustus 1945 

“Oleh karena itu istilah founding fathers tidaklah tepat, karena unsur-unsur perwakilannya cukup merepresentasikan keragaman golongan sosial politik yang ada di Indonesia pada masa itu,” kata Yudi Latief.

Adapun kata Yudi Latief sebelum pidato Bung Karno pada 1 Juni anggota-anggota BPUPK lainnya telah mengemukaan pandangannya terkait dasar negara Republik Indonesia.

Misalnya saja nilai-nilai Ketuhanan diusulkan oleh Muhammad Yamin, Wiranatakoesoema, Soerio, Soesanto Triptoprodjo, Dasaad, Agus Salim, Abdoelrachim Pratalykrama, Abdul Kadir, K.H Sonoesi, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Soepoemo dan Mohammad Hatta.

Pun anggota BPUPK lainnya juga yang merumuskan nilai-nilai Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi Permusyawaratan dan nilai-nilai Keadilan Sosial.

“Dengan demikian tampak jelas secara substantif, semua prinsip dasar negara yang diajukan itu sama-sama diusung baik oleh mereka yang berasal dari golongan kebangsaan maupun dari golongan Islam,” kata Yudi Latief.

Namun kata Yudi Latief konsep-konsep tersebut memang masih bersifat serabutan sehingga belum dirumuskan secara sistematik dan holistik sebagai suatu dasar negara yang koheren.

Meski demikian, Yudi Latief menjelaskan jika pandangan-pandangan tersebut memberikan masukan penting bagi Bung Karno dalam merumuskan konsepsinya.

Akhirnya setelah mendengar masukan dari BPUPK Bung Karno pun mendalami makna-makna dari hasil permusyawaratan tersebut.

Ia menggali makna-makna itu dari sisi historis dan nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat Indonesia sedari zaman kerjaan dulu.

Akhirnya Bung Karno pun menetapkan jika nilai-nilai tersebut ialah Pertama Kebangsaan Indonesia, kedua Internasionalisme atau Perikemanusiaan, ketiga Mufakat atau Demokrasi, keempat Kesejahteraan Sosial dan Kelima adalah Ketuhanan yang Maha Esa.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved