Ganjil Genap

YLKI: Perluasan Sistem Ganjil Genap Dilakukan Setengah Hati

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritisinya penerapan sistem kendaraan ganjil genap hingga 25 ruas jalan di DKI Jakarta.

YLKI: Perluasan Sistem Ganjil Genap Dilakukan Setengah Hati
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya, terus mensosialisasikan perluasan penerapan sistem ganjil genap, salah satunya di kawasan itu. 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritisinya penerapan sistem kendaraan ganjil genap hingga 25 ruas jalan di DKI Jakarta.

Lembaga independen ini juga menilai, kebijakan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilakukan setengah hati.

“Jika penerapannya hanya setengah hati, maka perluasan area ganjil genap tak akan efektif menekan kemacetan di Jakarta, dan tak akan mampu menekan tingginya polusi udara di Jakarta,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi berdasarkan keterangan yang diperoleh pada Kamis (15/8/2019).

Menurut Tulus, implementasi ganjil genap ini dianggap setengah hati karena bakal mendorong masyarakat pengguna roda empat untuk berpindah ke sepeda motor.

Sebab, penggunaan sepeda motor tidak dikenakan aturan ganjil genap.

Ditambah, pertumbuhan kepemilikan sepeda motor di Jakarta mencapai lebih dari 1.800 unit per hari, dan makin tingginya penggunaan ojol (ojek online).

 KISAH Mantan Preman yang Jadi Anggota Kopassus, Sosok Untung Pranoto 17 Kali Naik Pangkat

 Wapres Jusuf Kalla Perintahkan TNI-Polri Serang Balik KKB Papua dan Sebut Tidak Akan Melanggar HAM

 TERUNGKAP Kabinet Jilid II Jokowi Ada Kementerian yang Akan Digabung & Ada Kementerian Baru

“Pengecualian sepeda motor juga akan mengakibatkan polusi di Jakarta kian pekat, makin polutif,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), kata dia, sepeda motor berkontribusi paling signifikan terhadap polusi udara, yakni: kandungan 19.165 ton polutan/hari di Jakarta bersumber dari:

- sepeda motor sebesar 44,53 persen,

- mobil sebesar 16,11 persen,

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved