Kabinet Jokowi

Pengamat Politik Senior Yakin Partai Koalisi Akan Gigit Jari Usai Jokowi Umumkan Kabinet

Jokowi sudah mengumumkan jika kabinet yang disusunnya di periode ke-2 sudah rampung. Formasinya 55 persen diisi kalangan profesional/non partai.

Pengamat Politik Senior Yakin Partai Koalisi Akan Gigit Jari Usai Jokowi Umumkan Kabinet
Biro Pers Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait membahas mengenai kebijakan B20 dalam rapat terbatas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). 

PENGAMAT politik senior dari Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menduga jika pada penyusunan kabinet Jokowi di periode ke-2 ini Partai Politik akan gigit jari.

Haris meyakini jika formasi kabinet yang ditetapkan Jokowi ialah 55:45 dimana artinya 55 persen kabinet akan diisi oleh kalangan profesional atau non partai.

“Meskipun belum ideal, formasi kabinet yang terdiri dari 55 persen profesional nonpartai dan 45 persen dari parpol, saya kira cukup menjanjikan, jika pak @jokowi konsisten dengan janji formasi tersebut tampaknya akan banyak elite parpol yang kecewa dan gigit jari.” kata Haris di akun twitternya @Sy_haris pada Kamis (15/8/2019).

VIDEO: Pecahkan Rekor Muri, 1.500 Warga Binaan dan Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Menari Bersama

Dikutip dari Kompas.com Presiden Jokowi blak-blakan soal susunan kabinetnya pada Rabu (14/8/2019).

Kepada sejumlah Pemimpin Redaksi media massa Presiden lugas menjawab jika nama-nama kabinet periode ke 2 pemerintahannya sudah disusun.

"Sudah final semua. Tinggal kami umumkan. Bisa Agustus, bisa juga saat pelantikan. Semua sudah final," ujar Jokowi.

Terhadap yang sudah final dan bisa diumumkan kapan saja itu, Jokowi menyebut beberapa hal baru sekaligus mengonfirmasi sejumlah isu.

Diduga Ada yang Tidak Beres, Warga Minta Inspektorat Audit Laporan Kas RW 09 Papanggo Tanjung Priok

Pertama, akan ada dua kementerian baru yaitu Kementerian Investasi dan Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif. 

Kedua, akan ada penggabungan dan penajaman tugas kementerian. Jokowi menyebut misalnya, Kementerian Luar Negeri sekaligus akan mengurusi soal ekspor.

Ketiga, akan ada menteri muda yang usianya di bawah 35 tahun, bahkan ada yang usianya di bawah 30 tahun. 

Terhadap kebaruan ketiga ini, Jokowi buru-buru menegaskan, "Anak muda itu berasal dari kelompok profesional yang punya pengalaman manajerial."

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved