Kabinet Jokowi

IPW: Jaksa Agung Baru Mesti Bisa Kerjasama dengan Kepolisian dan KPK

Pernyataan Presiden Jokowi bahwa Jaksa Agung baru pengganti Prasetyo, bukanlah dari kalangan partai politik adalah sesuatu yang patut dicermati.

IPW: Jaksa Agung Baru Mesti Bisa Kerjasama dengan Kepolisian dan KPK
Biro Pers Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait saat membahas mengenai kebijakan B20 dalam rapat terbatas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi bahwa Jaksa Agung baru pengganti Prasetyo, bukanlah dari kalangan partai politik (parpol) adalah sesuatu yang patut dicermati.

"Sebab beredar isu kuat bahwa Jokowi akan mengangkat Jaksa Agung perempuan, yakni Yenti Ganarsih. Jika hal itu benar terjadi, tentu akan menjadi sejarah baru dimana korps kejaksaan dipimpin seorang perempuan," kata Neta kepada Warta Kota, Rabu (15/8/2019).

Neta mengingatkan, siapa pun yang menjadi Jaksa Agung nantinya, harus bisa bekerjasama dengan jajaran kepolisian, sehingga penegakan supremasi hukum bisa bersinergi dan berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat.

"Karena selama ini hubungan Polri dan Kejaksaan agak terganggu," kata Neta.

Menurutnya perkara penembakan yang diduga melibatkan penyidik KPK Novel Baswedan yang sudah dituntaskan kepolisian di Bengkulu, meski sudah P21 tapi tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan oleh kejaksaan.

 KISAH Mantan Preman yang Jadi Anggota Kopassus, Sosok Untung Pranoto 17 Kali Naik Pangkat

 Wapres Jusuf Kalla Perintahkan TNI-Polri Serang Balik KKB Papua dan Sebut Tidak Akan Melanggar HAM

 TERUNGKAP Kabinet Jilid II Jokowi Ada Kementerian yang Akan Digabung & Ada Kementerian Baru

"Jaksa Agung sepertinya 'pasang badan' untuk Novel. Padahal sikap itu sangat mencederai rasa keadilan keluarga korban. Untuk itu Jaksa Agung yang baru, selain harus bisa bersinergi dengan jajaran kepolisian, harus pula bisa menuntaskan kasus penembakan yang diduga dilakukan Novel Baswedan, ke pengadilan," katanya.

Tanpa itu, kata Neta, Jaksa Agung bisa dituding takut terhadap Novel Baswedan, dan mempermainkan hukum serta tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum.

Terkait sosok Yenti Ganarsih yang disebut sebut sebagai calon Jaksa Agung bukanlah orang baru di lingkungan Jokowi.

"Di era pertama pemerintahan Jokowi, Yenti diangkat sebagai anggota Pansel KPK dan Pansel Kompolnas serta sering diminta masukannya soal pemberantasan pencucian uang," katanya.

 VIRAL! Anggota Paskibraka Ini Kecewa Namanya Mendadak Dicoret di Daftar Pengibar Bendera Merah Putih

 Hanya Persib Tuan Rumah Gagal Menang, Peringkat di Klasemen Melorot Lagi, Persib Lupa Cara Menang?

Selain itu, saat ini pakar anti pencucian uang Universitas Trisakti itu diangkat Jokowi sebagai Ketua Pansel KPK.

"Jika Yenti diangkat menjadi Jaksa Agung maka upaya pemberantasan korupsi diharapkan bisa terkonsolidasi dengan tiga kekuatan, kejaksaan, kepolisian, dan KPK dimana Yenti saat ini menjadi panselnya," kata Neta. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved