Gawai

Dukung Perang Lawan Ponsel Ilegal, Begini Cara Ngecek Ponsel Xiaomi Resmi atau Ilegal di Indonesia

Xiaomi mulai menanggalkan stiker TAM tersebut dan menggantinya dengan stiker baru yang menunjukkan ponsel Xiaomi diproduksi seluruhnya di Tanah Air.

Dukung Perang Lawan Ponsel Ilegal, Begini Cara Ngecek Ponsel Xiaomi Resmi atau Ilegal di Indonesia
Xiaomi Indonesia
Stiker baru ponsel resmi Xiaomi di Indonesia. Stiker berlogo 'Mi Bunny' atau kelinci yang identik dengan logo perusahaan. 

Stiker ini tertempel di sisi kanan atas kotak kemasan bagian depan ponsel Xiaomi resmi.

Stiker baru ponsel resmi Xiaomi di Indonesia. Stiker berlogo 'Mi Bunny' atau kelinci yang identik dengan logo perusahaan.
Stiker baru ponsel resmi Xiaomi di Indonesia. Stiker berlogo 'Mi Bunny' atau kelinci yang identik dengan logo perusahaan. (Xiaomi Indonesia)

Kotak kemasan bagian belakang

Ciri-ciri ponsel resmi juga bisa dilihat di bagian belakang kotak kemasan.

Perhatikan baik-baik perusahaan yang tertera di bawah kata "Untuk", yakni PT. Xiaomi Technology Indonesia.

Di bagian produksi tertulis PT Sat Nusapersada Tbk. yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Kotak kemasan bagian dalam

Selanjutnya, ponsel resmi pasti akan dibekali pengisi daya yang sesuai dengan Indonesia.

Buku panduan dan daftar pusat layanan juga akan tertulis dalam Bahasa Indonesia.

Kotak kemasan Xiaomi dengan stiker Mi Bunny
Kotak kemasan Xiaomi dengan stiker Mi Bunny (Xiaomi)

Dimulai dari Redmi 7A

Dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Rabu (14/8/2019), perubahan ini akan mulai berlaku di ponsel Redmi 7A dan ponsel Xiaomi seterusnya.

Menurut Xiaomi, sejumlah penanda baru untuk ponsel resmi dibubuhkan demi mendukung pemerintah memberantas ponsel ilegal alias black market.

Perwakilan Xiaomi Indonesia yang dihubungi mengatakan tak ada perubahan untuk model sebelum Redmi 7A.

Ponsel ilegal di Indonesia

Peredaran ponsel black market (BM) masih marak di Indonesia. Hal ini pun membuat Xiaomi geram.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved