Berita Tangerang

Diciptakan di Penjara, Tarian Indonesia Bekerja Dipakai Warga Binaan Pemasyarakatan Pecahkan Muri

Sebanyak 200.000 Warga Binaan Pemasyarakatan yang tersebar di Indonesia memecahkan rekor MURI dengan menari secara serentak, Kamis (15/8/2019).

Diciptakan di Penjara, Tarian Indonesia Bekerja Dipakai Warga Binaan Pemasyarakatan Pecahkan Muri
Warta Kota /Zaki Ari Setiawan
Pemecahan rekor Muri tari kolosal yang dilakukan di Lapas Kelas I Tangerang, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Kamis (15/8/2019). 

Sebanyak 200.000 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tersebar di Indonesia memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan menari secara serentak, Kamis (15/8/2019).

Tarian yang disebut Indonesia Bergerak ini diciptakan oleh WBP Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta yakni Kiki Novita dan Fitri Meliana dalam waktu yang singkat.

Kiki yang merupakan WBP kasus narkotika dengan vonis penjara 10 tahun menceritakan bagaimana tarian ini bisa diciptakannya selama berada di dalam sel.

"Kami dipilih karena saya kan lulusan perguruan tinggi seni tari dan sudah menari sejak umur 9 tahun. Buat koreonya juga mendadak, cuma sekitar 2 jam karena besoknya sudah harus disebarkan," kata Kiki di Lapas Kelas I Tangerang.

Dijelaskan Kiki, tarian itu merupakan hasil racikannya berdasarkan inspirasi dari tarian tradisional serta gerakan yang mengikuti lirik lagu Indonesia Bekerja.

 KISAH Mantan Preman yang Jadi Anggota Kopassus, Sosok Untung Pranoto 17 Kali Naik Pangkat

 Wapres Jusuf Kalla Perintahkan TNI-Polri Serang Balik KKB Papua dan Sebut Tidak Akan Melanggar HAM

 Surya Paloh: Kita Malu-malu Kucing Mendeklarasikan Indonesia Adalah Negara Kapitalis Liberal

Untuk lagu Indonesia Bekerja, diciptakan oleh Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.

Pemecahan rekor Muri tari kolosal yang dilakukan di Lapas Kelas I Tangerang, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Kamis (15/8/2019).
Pemecahan rekor Muri tari kolosal yang dilakukan di Lapas Kelas I Tangerang, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Kamis (15/8/2019). (Warta Kota /Zaki Ari Setiawan)

Kiki menambahkan, sempat mengalami kendala ketika membuat tarian itu, pasalnya tidak semua WBP dapat mengikuti gerakan yang sudah diciptakannya.

"Kendala kalau kita sesuaikan dengan penerima materi, ketika saya kasih terus tanya temen-temen, mereka kurang bisa ikutin, jadi saya sesuaikan ke mereka," kata Kiki yang masih menunggu pembebasan bersyarat kurang dari dua tahun lagi.

Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, pemecahan rekor Muri yang dilakukan oleh WBP dan petugas untuk menunjukan sedikit hasil pembinaan di lapas sekaligus memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

 56 Jendral Dimutasi, Mayjen TNI Yosua Sembiring Ditarik dari Papua, Suami Bella Saphira Siap Pensiun

 VIRAL! Anggota Paskibraka Ini Kecewa Namanya Mendadak Dicoret di Daftar Pengibar Bendera Merah Putih

 Ini 12 Artis Korea yang Menolak Menerima Hadiah dari Penggemar, BTS Salah Satunya

"200 ribu peserta melakukan latihan sekitar 2-3 minggu untuk dapat melaksanakan kegiatan pemecahan rekor MURI ini," ujar Sri Puguh.

Lapas Kelas I Tangerang pun menjadi pusat kegiatan ini, sebanyak 1.500 WBP dan petugas berkumpul di lapangan untuk menari bersama-sama.

Sejumlah lapas lain di Indonesia juga melakukan hal yang sama dengan waktu yang bersamaan untuk memecahkan rekor MURI.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved