Berdasarkan Proses Rekonstruksi Terungkap Jumharyono Siapkan Gunting dan Pisau Menghabisi Istrinya

Hery Purnomo menjelaskan, pelaku melakukan sebanyak 29 adegan di mana peran istri dan anak dilakukan oleh pemeran pengganti.

Berdasarkan Proses Rekonstruksi Terungkap Jumharyono Siapkan Gunting dan Pisau Menghabisi Istrinya
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Kepolisian Polres Metro Jakarta Timur melakukan proses rekonstruksi kasus pembunuhan Khoriyah, seorang ibu yang tewas di tangan suaminya sendiri, Jumharyono (43) di Jalan Dukuh V, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019). 

Polres Metro Jakarta Timur melakukan proses rekonstruksi kasus pembunuhan Khoriyah, seorang ibu yang tewas di tangan suaminya sendiri, Jumharyono (43) di Jalan Dukuh V, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo menjelaskan, pelaku melakukan sebanyak 29 adegan di mana peran istri dan anak dilakukan oleh pemeran pengganti.

"Ini untuk menggambarkan seluruh rangkaian bagaimama tersangka ini melakukan pembunuhan dari awal hingga akhir sampai dengan yang bersangkutan dilakukan penangkapan oleh kepolisian," ucap Heru di lokasi.

Berdasarkan rekonstruksi ditemukan fakta baru bahwa Jumharyono ternyata merencanakan pembunuhan tersebut dengan cara mempersiapkan pisau dan gunting untuk menghabisi nyawa istrinya.

"Jadi, perencanaannya adalah yang bersangkutan memang dilakukan pada saat menyuruh istrinya mandi ditindaklanjuti dengan pada saat istrinya mandi," ungkapnya.

Jumharyono awalnya menyuruh istrinya mandi setelah permintaan melakukan hubungan badan sebanyak 2 kali ditolak Khoriyah.

Kabareskrim Perintahkan Anak Buahnya Selidiki Dugaan Kejahatan Siber Dibalik Listrik Padam Massal

Saat istrinya mandi, ia pun mempersiapkan gunting dan pisau hingga kemudian menusuk bagian perut sebanyak dua kali, leher satu kali dan kepala satu kali.

Setelah itu, ia membakar seisi rumahnya hanya menggunakan korek api yang disulut melalui tisu. Api kemudian membesar mengenai kasur dan terkena abak tirinya yang berinisial RF (5) saat sedang tertidur lelap.

"Kebakaran yang bersangkutan hanya menggunakan korek api saja yang dibakar pada saat itu ada tisu kemudia kasur," katanya.

Jumharyono dikenakan Pasal 338 juncto 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati. 

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved