Bau Busuk dan Kepulan Asap dari Sampah Setinggi 5 Meter Bikin Anak-anak Terserang Demam dan ISPA

Intinya kami sudah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi asap yang ditimbulkan oleh api yang muncul dari dalam sampah lama di lokasi tanah warga

Bau Busuk dan Kepulan Asap dari Sampah Setinggi 5 Meter Bikin Anak-anak Terserang Demam dan ISPA
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah anak terserang ISPA di Tangerang Selatan, dan penyebab anak-anak Tangerang Selatan ISPA lantaran adanya asap dan bau busuk dari gunungan sampah, Kamis (15/8/2019). 

Keberadaan sampah setinggi 5 meter membuat geram warga yang tinggal di Jalan Buaran Timur, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Akibat bau sampah yang menjulang tinggi tersebut, anak-anak banyak yang terserang penyakit demam dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Tetangga saya anaknya kena ISPA sampai nangis batuk-batuk. Itu karena setiap malam bau sampah menyengat sekali. Kadang tiba-tiba sampahnya terbakar sendiri, keluar asap. Nah bau busuk dan kepulan asap itu dihirup anak-anak. Sudah ada dua anak yang demam juga,” ujar Hendro, warga sekitar, ditemui Wartakotalive.com, Kamis (15/8/2019).

Ia menjelaskan aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut telah berlangsung sejak lama.

Tak ayal, Hendro dan warga lainnya merasa cemas jika persoalan ini berlarut terus menerus.

“Ya itu memang sampah sudah lama. Saya enggak tahu dari mananya, karena pas ditanya enggak dibilang dari mana. Ada yang pakai truk, ada yang pakai mobil buang sampahnya,” ucapnya.

Selain asap pembakaran, lalat mulai bermunculan dan sangat mengganggu warga. Warga khawatir lalat tersebut dapat menimbulkan bibit-bibit penyakit.

“Selain asap api pembakaran, lalat juga sudah mulai banyak di sini. Dua bulan ini sudah mulai banyak lalat,” kata Hendro.

Cari titik api

Menanggapi permasalahan ini, Kepala Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan, Rastra Yudatama, mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi pembuangan sampah tersebut dan petugas juga telah mencari titik api yang kerap menimbulkan asap.

“Sedang dicari cara untuk mengurangi asap serta titik api. Intinya kami sudah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi asap yang ditimbulkan oleh api yang muncul dari dalam sampah lama di lokasi tanah milik warga,” ungkap Rastra.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved