Pelecehan Seksual

Baru Menikah, Pegawai Rumah Sakit Cabuli Penumpang di Bawah Umur di Dalam KRL

Baru Menikah, Pegawai Rumah Sakit Cabuli Penumpang di Bawah Umur di Dalam KRL. Polisi menahan tersangka dengan UU Perlindungan Anak.

Baru Menikah, Pegawai Rumah Sakit Cabuli  Penumpang di Bawah Umur di Dalam KRL
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/8/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Meski belum sebulan menikah, Hengki, pegawai salah satu rumah sakit di Jakarta, melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di dalam kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek.

Ia mencabuli remaja perempuan di bawah umur saat berdesakan di dalam KRL, Kamis (8/8/2019) pagi.

Bahkan, Hengki, yang merupakan warga Teluk Pucung, Bekasi itu, mengaku sampai ejakulasi saat mencabuli korban di dalam KRL.

Sadar dirinya telah dijadikan objek hasrat seksual, korban akhirnya berteriak. Akibatnya penumpang lain geram dan membekuk pelaku.

Di Stasiun KA Manggarai, Jakarta Selatan, pelaku diserahkan ke petugas keamanan KRL. Kemudian akhirya pelaku diserahkan ke Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, mengatakan, pelaku mencabuli korban di dalam KRL yang penuh dan berdesakan, dengan cara mendekatinya hingga tangan kiri pelaku memegang dada korban.

"Pelaku mengaku melakukan itu sampai dia puas atau ejakulas," katanya dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/8/2019).

Namun akhirnya korban sadar hingga berteriak. "Akhirnya pelaku dibekuk penumpang lain dan diserahkan ke petugas KRL. Lalu dari mereka diserahkan ke kami," kata Argo.

Dari pemeriksaan kata Argo, pelaku mengaku baru satu kali melakukan pelecehan seksual di dalam KRL. "Namun akan kami dalami lagi, untuk memastikan sudah berapa kali dia berbuat cabul di KRL," katanya.

Menurut Argo, pelaku diketahui belum satu bulan menikah. "Dia adalah pegawai di salah satu rumah sakit di Jakarta," kata Argo.

Karena perbuatannya, kata Argo, pelaku akan dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved