Berita Video

VIDEO: Mantan Pecandu Narkoba Berbagi Kisah di Peluncuran Pojok KIE di Blok M Square

"Pengalaman pribadi saya ini jangan sampai terulang dan dialami sama orang lain, khususnya bagi anak-anak muda. Cukup saya saja,

VIDEO: Mantan Pecandu Narkoba Berbagi Kisah di Peluncuran Pojok KIE di Blok M Square
Warta Kota
Peresmian Pojok KIE di Blok M Square 

Jeratan Narkotika kerap kali memaksa seseorang untuk berbuat hal di luar kewajaran. Mereka yang terjebak dalam jeratan narkotika akan kehilangan hidup dan masa depan.

Kisah kelam itu seperti yang dialami oleh Windu, salah satu mantan pecandu narkotika jenis putau itu mengaku sulit menahan diri dan berhenti dari ketergantungan narkotika. Pria itu menyebut narkotika layaknya rentenir yang menggerogoti tubuh dan pikiran.

Bukan hanya merusak jaringan otak semata, keinginan untuk terus mengkonsumsi narkoba menyebabkan rusaknya hubungan sosial antara dirinya dengan keluarga ataupun kerabatnya. Selain itu, keinginan yang besar memicunya untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan narkoba.

Seluruh harta benda mulai dari empat unit sepeda motor hingga dua unit mobil digadaikannya hingga terampas rentenir hanya untuk bisa terus menyuntikkan putau. Sementara, dirinya tidak menata hidup lantaran terus disibukkan dengan menggunungnya hutang kepada bandar putau.

"Pengalaman pribadi saya ini jangan sampai terulang dan dialami sama orang lain, khususnya bagi anak-anak muda. Cukup saya saja," ungkapnya dalam peluncuran gerai Pojok Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Lantai 3A Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019) siang.

Jengah dengan keadaan, Windu katanya melaporkan diri kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendapatkan rehabilitasi. Permohonannya segera diterima dan dirinya dibawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) untuk menjalani perawatan.

Nyeri pada sekujur tubuh, menggigil dan perih dirasakannya selama menjalani rehabilitasi selama tiga bulan. Bahkan tidak jarang keinginan untuk menyuntikkan putau diceritakannya terbawa hingga mimpi.

"Kadang waktu sakau itu saya nggak tahan, meriang-menggigil setiap hari, waktu kayaknya lama kalau lagi dateng pengennya. Tapi saya yakin kalau saya bisa sembuh, saya tahan walaupun otak saya ini terus bilang pake aja sekali lagi," ungkapnya.

Keteguhan hati berbuah baik, hari demi hari menjalani rehabilitasi berhasil dilewatinya hingga pihak RSKO menyatakannya pulih. Dirinya pun menawarkankan diri sebagai duta mantan pecandu narkoba untuk BNN hingga saat ini.

"Saya menjadi bukti kalau kita (pecandu) bisa bebas dari narkoba. Yang penting adalah keinginan hati untuk menjadi lebih baik, itu saja," tutupnya.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved