Pelayanan Publik

PKL Merajalela Membuktikan Kinerja Camat Kebayoran Lama Dinilai Buruk

Tampak semrawut dan kumuh menjadi pemandangan umum yang terlihat di seputar Pasar Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

PKL Merajalela Membuktikan Kinerja Camat Kebayoran Lama Dinilai Buruk
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019). 

Semrawut dan kumuh menjadi pemandangan umum yang terlihat di seputar Pasar Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, saat ini.

Pedagang Kaki Lima (PKL) kian merajalela, merebut hak pejalan kaki dengan memenuhi trotoar dan sebagian jalan hingga menyebabkan kemacetan parah setiap hari. 
Mirisnya, kondisi tersebut seperti yang kembali terlihat pada Rabu (14/8/2019) siang.
Ratusan pedagang menggelar lapak mulai dari Jalan Raya Kebayoran Lama dari arah Jalan H Salihun atau sekitar 200 meter menuju gedung pasar, begitu juga dengan keberadaan PKL yang menggelar lapak dari arah Flyover Kebayoran Lama hingga gedung pasar. 
Tenda-tenda besi berbalut terpal yang didirikan di atas trotoar dan sisi jalan pada kedua arah itu secara langsung memblokir langkah pejalan kaki dan kendaraan bermotor.
Bukan hanya menyebabkan penyempitan jalan, pejalan kaki yang turun ke jalan turut memicu kemacetan. 
Bahkan, tidak jarang sejumlah pejalan kaki ikut terjebak dalam kemacetan karena tidak adanya ruang berjalan.
Beberapa lainnya terpaksa melompati ban depan sepeda motor dan meliuk-liuk menyusuri ruang yang tersedia di antara antrean kendaraan. 
Kondisi tersebut kian diperparah dengan padatnya lapak PKL yang terhampar mulai dari Simpang Pasar Kebayoran Lama, Jalan Kramat menuju Stasiun Kebayoran Lama.
Lapak PKL gelaran itu menguasai hampir sebagian jalan pada kedua arah. 
Jalan selebar enam meter yang senyatanya dapat menampung tiga lajur mobil dan dua lajur sepeda motor pada kedua sisinya itu menyempit hingga menyisakan satu lajur mobil.
Akibatnya, kemacetan parah mengular hingga berkilometer seputar Pasar Kebayoran Lama. 
Tidak hanya PKL yang merajalela, kemacetan juga dipicu dari perilaku sopir mikrolet yang mangkal di sisi jalan.
Kondisi tersebut kemudian memicu aksi lawan arus para pengendara sepeda motor yang melintas dari Stasiun Kebayoran Lama menuju Flyover Kebayoran Lama. 
Tidak hanya di seputar Pasar Kebayoran Lama, tumpah ruahnya PKL juga terlihat di seputar Pasar Bata Putih hingga perlintasan Kereta Api (KA).
Kondisi tersebut sangat berbahaya, mengingat kendaraan yang melintas seringkali tersendat akibat penyempitan jalan.
Kinerja Buruk
Keberadaan PKL tersebut diungkapkan Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan, Mahludin menjadi bukti kinerja Camat Kebayoran Lama, yang kini dijabat oleh Aroman Nimbang sangat buruk.
Sebab, dijelaskannya, penataan wilayah merupakan unsur utama dalam penilaian kinerja pejabat wilayah, termasuk camat dan lurah. 
"Kalau penataan wilayahnya buruk, sudah pasti buruk kinerjanya, karena penilaian dari target program, apakah tercapai atau tidak," ungkapnya dihubungi pada Rabu (14/8/2019). 
Terkait hal tersebut, dirinya mengaku akan mendalami maraknya PKL di wilayah Kebayoran Lama. Mengingat, masalah PKL merupakan pekerjaan rumah yang tidak kunjung tuntas sejak lama. 
"Untuk itu, saya akan coba cari informasi, karena memang kewenangan penataan wilayah itu ada di camat. Coba nanti akan kita rapatkan," ungkapnya.
Suasana Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019). 
Suasana Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019).
Suasana Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019). (Warta Kota/Dwi Rizki)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved