Kecelakaan Kerja

Pernah Alami Kecelakaan Kerja, 50 Peserta BPJS Ketenagakerjaan Ikuti Gathering di Tangerang

Pernah Alami Kecelakaan Kerja, 50 Peserta BPJS Ketenagakerjaan Ikuti Gathering di Tangerang

Pernah Alami Kecelakaan Kerja, 50 Peserta BPJS Ketenagakerjaan Ikuti Gathering di Tangerang
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Deputi Direktur Wilayah BPJS TK Banten, Eko Nugriyanto di acara “Gathering Return to Work” di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (14/8/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Sebanyak 50 peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang pernah mengalami kecelakaan saat, bekerja berkumpul dalam acara “Gathering Return to Work” di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (14/8/2019).

Deputi Direktur Wilayah BPJS TK Banten, Eko Nugriyanto menerangkan, sengaja menggelar acara ini untuk mengumpulkan peserta BPJS yang sudah kembali beraktivitas setelah mengalami kecelakaan ketika bekerja.

Menurut Eko, program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) milik BPJS Ketenagakerjaan terus ditingkatkan, sehingga peserta yang mengalami insiden dapat merasa aman sampai kembali bekerja.

“Memang program JKK ini kita terus tingkatkan, program JKK kita betul-betul totalitas mulai dari promotif, preventif, kuratif, sampai rehabilitasi.

Bahkan kita kembalikan lagi dia bekerja, kita berikan lagi pelatihan,” kata Eko di sela-sela acara.

Tidak hanya itu, peserta BPJS yang mengalami kecelakaan saat bekerja juga mendapatkan pelatihan setelah menjalani pengobatan hingga siap bekerja kembali.

“Kita ingin pilihan bekerja itu pilihan prioritas, kita ingin memitigasi sekecil mungkin resiko ketika bekerja, salah satunya mengikuti program jaminan kerja,” tutur Eko.

ALAMI PATAH KAKI DI TEMPAT KERJA

Seorang pegawai perusahaan otomotif yang pernah mengalami kecelakaan kerja, Viki Maezal Candra (26) membagikan pengalamannya dalam acara itu.

Pengalaman yang menghilangkan kaki kirinya itu, kata Viki, terjadi di tahun 2017 lalu.

“Diamputasi kaki kiri pada tanggal 10 Oktober, tanggal 20 Oktober saya dinyatakan boleh keluar rumah sakit, tanggal 13 November saya sudah masuk kerja dengan keadaan masih pakai alat bantu.

Setelah menjalani perawatan, kaki kiri Viki kemudian dipasangi kaki palsu atau protesa yang sudah ditanggung juga oleh BPJS.

“Kehilangan organ tubuh bukan akhir segalanya, kita masih berkarya, masih bisa seperti orang lainnya,” ujar Viki.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved