Inspirasi

Jakob Oetama Mendapat Penghargaan dalam Perhelatan Achmad Bakrie XVII/2019 untuk Negeri

Penghargaan ini diprakasai Yayasan Achmad Bakrie bekerjasama dengan Freedom Institute dalam rangka 74 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Jakob Oetama Mendapat Penghargaan dalam Perhelatan Achmad Bakrie XVII/2019 untuk Negeri
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Rikard Bagun, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Direktur Utama Kompas TV, saat mewakili Jakob Oetama dalam acara malam penghargaan dari Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XVII/2019 untuk Negeri, di XXI Ballroom Gedung Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). 

Wartawan dan salah satu pendiri Harian Kompas, Jakob Oetama mendapatkan penghargaan dari Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XVII/2019 untuk Negeri, di XXI Ballroom Gedung Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Penghargaan yang diprakasai Yayasan Achmad Bakrie bekerjasama dengan Freedom Institute & Bakrie Group, ini digelar juga dalam rangka 74 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Sekaligus juga sebagai rangkaian meperingati 77 tahun Kelompok Usaha Bakrie.

"Penghargaan ini luar biasa dan maknanya berlipat-lipat, karena diberikan saat krisis penghargaan," kata Rikard Bagun, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Direktur Utama Kompas TV, saat mewakili Jakob Oetama dalam acara tersebut.

Penghargaan, lanjut Rikard, merupakan kekuatan dan energi untuk mendorong cita-cita.

Lebih dari pengharagaan, yang harus dikagumi juga adalah penghargaan ini bukan hanya sekali-sekali diberikan.

"Tentu dalam doa dan harapan kita, ini akan terus melangkah kedepan. Juga memperkuat mental kita, untuk memberikan penghargaan buat mereka yang berjasa di lingkungan terbatas, maupun lingkungan yang lebig luas untuk negeri ini," ujarnya.

Rikard juga menyebut bahwa keluarga Bakrie adalah sebuah lilin yang selalu menerangi. Namun, tetap dibutuhkan ribuan lilin lainnya untuk jalan jauh kedepan.

"Jurnalisme adalah searching the truth, mencari kebenaran, bukan mengklaim kebenaran. Dan orang-orang di sini juga merupakan orang-orang impian juga untuk berkontribusi," katanya.

Selain itu, Rikard juga mengatakan, tokoh pers, sejarawan, sastrawan, dan budayawan Indonesia, Rosihan Anwar, menyebut bahwa Kompas merupakan 'jurnalisme kepiting'.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved