Perluasan Ganjil Genap

Dampak Perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Pengusaha Rumah Makan Menjerit

Dampak Perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Pengusaha Rumah Makan Menjerit karena Alami Penurunan Omzet.

Dampak Perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Pengusaha Rumah Makan Menjerit
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Manajer rumah makan sederhana Mangga Dua, Sulfa saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (14/8/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Dampak perluasan sistem ganjil genap tak hanya dirasakan pengendara pengendara roda empat, namun juga para pengusaha rumah makan ikut menjerit.

Hal itu seperti yang dirasakan sejumlah rumah makan di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara. Para pembelinya terlihat sepi.

Pantauan Wartakotalive.com, sejak pukul 15:00 WIB hingga 17:00 WIB itu rumah makan yang terletak persis di kawasan Mangga Dua sama sekali tak didatangi pengunjung.

 Kursi makan yang biasanya diduduki pelanggannya dari orang-orang kantoran hingga orang travel yang biasa melintas sudah tak lagi lewat Jalan Gunung Sahari.

 Menanggapi hal itu, Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.

"Kalau ganjil genap ini kan akan pengaruh dengan omset, akan menurun sih. Ada kekhawatiran ke situ," kata Sulfa saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Rabu (14/8/2019).

Bahkan, Sulfa mengatakan meski hanya baru memasuki tahap sosialisasi rumah makannya ini sudah mengalamk kemerosotan pengunjung dan pendapatan.

"Kemaren aja baru pertama sosialisasi, sepi itu sorenya. Biasanya mah ada 10 meja orang makan. Kemaren mah boro-boro nggak ada yang parkir," tuturnya.

OMZET TURUN 

Restoran Sederhana di kawasan Mangga Dua mengalami penurunan omzet mencapai 30-50 persen.

Halaman
12
Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved