Berkat BPJS Ketenagakerjaan, Korban Kecelakaan Kerja Hingga Cacat Kaki Bersyukur Bisa Bekerja Lagi

Tidak hanya itu, peserta BPJS yang mengalami kecelakaan bekerja juga mendapatkan pelatihan setelah menjalani pengobatan hingga siap bekerja kembali

Berkat BPJS Ketenagakerjaan, Korban Kecelakaan Kerja Hingga Cacat Kaki Bersyukur Bisa Bekerja Lagi
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Deputi Direktur Wilayah BPJS TK Banten, Eko Nugriyanto di acara “Gathering Return to Work” di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (14/8/2019). 

“Kehilangan organ tubuh bukan akhir segalanya, kita masih berkarya, masih bisa seperti orang lainnya,” ujar Viki Maezal Candra (26), salah satu anggota BPJS Ketenagakerjaan saat membagi pengalamannya di acara ‘Gathering Return to Work di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (14/8/2019).

Sebelumnya, Viki, seorang pegawai perusahaan otomotif ini pernah mengalami kecelakaan kerja. Pengalaman yang menghilangkan kaki kirinya itu, terjadi tahun 2017.

“Diamputasi kaki kiri pada tanggal 10 Oktober, tanggal 20 Oktober saya dinyatakan boleh keluar rumah sakit, tanggal 13 November saya sudah masuk kerja dengan keadaan masih pakai alat bantu,” ucap Viki kepada Wartakotalive.com.

Setelah menjalani perawatan, kaki kiri Viki kemudian dipasangi kaki palsu atau protesa yang sudah ditanggung juga oleh BPJS.

Selain Viki ada 49 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang pernah mengalami kecelakaan bekerja berkumpul dalam acara “Gathering Return to Work”.

Deputi Direktur Wilayah BPJS TK Banten, Eko Nugriyanto menerangkan, sengaja menggelar acara ini untuk mengumpulkan peserta BPJS yang sudah kembali beraktivitas setelah mengalami kecelakaan ketika bekerja.

“Memang program JKK ini kita terus tingkatkan, program JKK kita betul-betul totalitas mulai dari promotif, preventif, kuratif, sampai rehabilitasi. Bahkan kita kembalikan lagi dia bekerja, kita berikan lagi pelatihan,” kata Eko di sela-sela acara.

Tidak hanya itu, peserta BPJS yang mengalami kecelakaan saat bekerja juga mendapatkan pelatihan setelah menjalani pengobatan hingga siap bekerja kembali.

“Kita ingin pilihan bekerja itu pilihan prioritas, kita ingin memitigasi sekecil mungkin resiko ketika bekerja, salah satunya mengikuti program jaminan kerja,” tutur Eko.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved