3 Masalah Besar di Tangerang Mulai Sistem Transportasi, Banjir dan Sampah

3 Masalah Besar di Tangerang Mulai Sistem Transportasi, Banjir dan Sampah

3 Masalah Besar di Tangerang Mulai Sistem Transportasi, Banjir dan Sampah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin 

WAKIL Wali Kota Tangerang, Sachrudin memaparkan berbagai program yang diusung Pemkot Tangerang dalam mengelola aspek lingkungan hidup.

Pemaparan program Pemkot Tangerang tersebut dilakukan dalam acara wawancara penilaian Nirwasita Tantra tahun 2019 sebagai rangkaian penilaian Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD).

Dalam kesempatan tersebut Sachrudin menyampaikan tiga isu prioritas yang menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.

Pertamina Siap Ganti Rugi Nelayan dan Pemilik Tambak Imbas Tumpahan Minyak

"Optimalisasi sistem transportasi untuk menjaga kualitas udara, penanganan banjir dan genangan. Serta optimalisasi pengurangan dan penanganan sampah berbasis peran serta masyarakat," ungkap Sachrudin di Ruang Rimbawan II, Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Terkait sistem transportasi, lanjut Sachrudin, Pemkot telah menjalankan sejumlah program yang telah rutin dilaksanakan seperti program car free day di tiap - tiap kecamatan setiap hari minggu pagi.

"Pemkot juga telah memasang alat ukur kualitas udara di dua titik untuk memantau udara di Kota Tangerang," ucapnya.

"Titiknya ada di jalan Benteng Betawi dan satu lagi ada di Kelurahan Sudimara Barat. Selain itu juga Pemkot terus mendorong ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang," kata Sachrudin.

Sachrudin juga menyampaikan sejumlah program Pemkot Tangerang dalam urusan penanganan banjir dan genangan di Kota Tangerang. Di mana jumlah titik banjir di Kota Tangerang telah jauh berkurang menjadi dua titik pada tahun 2018 sedangkan di tahun 2014 terdapat sebanyak 25 titik banjir.

VIDEO: Randy Sejajarkan Film Hollywood dan Warkop DKI Reborn

"Yang dilakukan adalah dengan pembuatan sumur resapan sebanyak 343 titik serta pembuatan biopori super jumbo. Yang terbaru Pemkot juga mendorong pembuatan sumur injeksi di tiap tiap kecamatan," ungkapnya.

Sementara terkait pengurangan dan penanganan sampah berbasis peran serta masyarakat. Sachrudin menjabarkan usaha Pemkot untuk mendorong peran serta masyarakat melalui reduksi sampah di sumber, bank sampah serta program sedekah sampah.

"Dari program sedekah sampah, di tahun 2018 terkumpul sebanyak 8,05 ton sampah anorganik dari masyarakat," papar Sachrudin.

Seperti diketahui Pemerintah Kota Tangerang di tahun 2018 telah meraih penghargaan Nirwasita Tantra Green Leadership katagori Kota Besar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dinilai memiliki komitmen pada aspek lingkungan hidup daerah.

Pemkot Tangerang Tambah 4 Koridor Baru Bus Trans Kota Tangerang Untuk Atasi Kemacetan Lalu Lintas

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved