Berita Bekasi

Wali Kota Bekasi Nilai PNS Kerja di Rumah Belum Bisa Diterapkan, Ini Alasannya

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tidak setuju penerapan PNS kerja di rumah seperti wacana terkait regulasi flexible working arrangement pemerintah

Wali Kota Bekasi Nilai PNS Kerja di Rumah Belum Bisa Diterapkan, Ini Alasannya
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat di Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Jalan Raya Veteran, Margajaya, Kota Bekasi, pada Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pemerintah pusat menggulirkan wacana terkait regulasi flexible working arrangement untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memungkinkan bekerja di rumah atau di luar kantor.

Atas wacana tersebut, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tidak setuju penerapan PNS kerja di rumah tersebut.

Meskipun, kata Rahmat, sejatinya wacana itu sangat baik di era yang segala sesuatu telah mengandalkan teknologi.

"Wacana itu saya baik, tapi saya rasa belum bisa untuk diterapkan. Harus merubah mindset pemikiran masyarakat dahulu, yang melayani itu harus ketemu," ujar Rahmat, Selasa (13/8/2019).

Ini 8 Stadion yang Diajukan PSSI untuk Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021

SIMAK! Fakta Terbaru dan Kronologi Lengkap Briptu Heidar Meninggal Dunia Setelah Disandera KKB Papua

Kedekatan Antara Barbie Kumalasari dan Kriss Hatta Makin Terlihat Sejak Galih Ginanjar Masuk Penjara

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi  dan Ketua KPK, Agus Rahardjo, menandatangi spanduk saat perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Ketua KPK, Agus Rahardjo, menandatangi spanduk saat perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kota Bekasi. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Pepen sapaan akrabnya menuturkan selain mindset masyarakatnya juga mindset birokrasinya dalam menjalankan kerja di era digital ini.

"Ya kalau era 4.0 nya oke, tapi mindset di birokrasi kita, mindset di masyarakat kita wong sekarang aja yang kita lakukan upaya-upaya percepatan, upaya radikalisasi, upaya-upaya simplikasi, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi," jelas Pepen.

Pepen menyebut birokrasi yang taktis, birokrasi yang dinamis dan birokrasi yang thing out of the box, itu juga harus sejalan dengan mindset pemikiran masyarakat.

Pembenahan pelayanan birokrasi untuk penyesuaian di era teknologi sampai saat ini terus dilakukan.

Upaya-upaya ini menyangkut peningkatan dan pemerataan mutu pelayanan agar dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved