Wakil Ketua KPK Ungkap Terjadinya Tindakan Korupsi karena Minimnya Integritas Pelaku Korupsi

Salah satu faktor terjadinya korupsi di Indonesia adalah karena telah terjadi degradasi moral serta ambruknya integritas.

Wakil Ketua KPK Ungkap Terjadinya Tindakan Korupsi karena Minimnya Integritas Pelaku Korupsi
TribunJabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi penindakan oleh KPK dalam tindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengungkapkan, salah satu faktor terjadinya korupsi di Indonesia adalah karena telah terjadi degradasi moral serta ambruknya integritas sejumlah pejabat publik.

"Menjadi kaya bukan suatu yang haram."

"Tapi, harus tetap mempertahankan nilai-nilai dan integritas yang baik."

"Tapi, faktanya kita lihat sekarang banyak orang dengan penghasilan besar masih tergiur korupsi," ujar La Ode saat peluncuran buku berjudul Untuk Republik karya Faisal Basri dan Haris Munandar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2019).

La Ode menyebutkan, selain integritas yang jatuh membuat seorang pejabat mudah tergiur untuk melakukan tindakan koruptif atau penyimpangan lain.

"Ya mungkin ini sesuai dengan ungkapan Mahatma Gandhi yang menyebut 'Sumber daya alam cukup untuk semua umat manusia, tapi tidak cukup untuk keserakahan manusia,'" jelasnya.

Menurut La Ode, tingkat pendidikan nyatanya tak banyak berpengaruh untuk menjaga integritas seseorang. Sebab, mayoritas pelaku korupsi yang ditangkap justru berpendidikan tinggi.

"Yang dominan (ditangkap), kebanyakan S2, S1 dan kalau SMA itu cuma orang suruhan biasanya. Jadi, tingkat pendidikan bukan jadi patokan soal integritas," katanya.

Sosok Ketua DPRD DKI Ditentukan Megawati Soekarnoputri Setelah PDIP Meraih Suara Terbanyak

Tersingkap Besarnya Biaya Pelaksanaan Formula E di DKI Menelan 24,1 Juta USD Masih di Bawah MotoGP

Fadli Zon Minta Investigasi Pemadaman Listrik Massal Cukup Dua Minggu

Sebelumnya, panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) kembali mengumumkan hasil tes para capim KPK.

Dalam konferensi pers, Senin (5/8/2019), Pansel? menyatakan peserta yang lolos tes psikologi sebanyak 40 orang, dari 104 yang mengikuti seleksi.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved