Berita Jakarta

Punya Mobil Pengaruhi Penilaian Pemberi Bantuan Rusunami DP 0 Persen

Cukup banyak mobil terparkir di halaman pendaftaran hunian DP 0 rupiah, Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019).

Punya Mobil Pengaruhi Penilaian Pemberi Bantuan Rusunami DP 0 Persen
Warta Kota/Rangga Baskoro
Puluhan mobil terpakir di halaman tempat pendaftaran Rusunami DP 0 Rupiah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019). 

Cukup banyak mobil terparkir di halaman pendaftaran hunian DP 0 rupiah, Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019).

Mobil-mobik tersebut ditengarai merupakan milik para pendaftar.

Kepala Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan menjelaskan tak ada aturan tertulis mengenai boleh atau tidaknya seseorang yang memiliki mobil untuk mengikuti pendaftaran.

Namun demikian, kepemilikan mobil memiliki konsekuensi ekonomis yang akan mempengaruhi kemampuan seorang pemohon KPR untuk membayar cicilan di setiap bulannya

"Punya mobil itu ada konsekuensinya loh. Ada ongkos pemeliharaannya, kan bayar STNK dan bayar pajak, pembayaran itu (STNK dan pajak) akan mempengaruhi nantinya terkait kemampuan menyicil rumah," ujar Dzikran saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019).

 Anggota Polda Papua Gugur, Briptu Heidar Sempat Dihajar Anggota KKB Lalu Terdengar 5 Kali Tembakan

 SIMAK! Fakta Terbaru dan Kronologi Lengkap Briptu Heidar Meninggal Dunia Setelah Disandera KKB Papua

 KRONOLOGI Lengkap Tewasnya Briptu Heidar Disergap KKB Papua hingga Cerita Organ Vital Dianiaya

Dzikran menjelaskan, semakin tinggi harga mobil, semakin mahal pula tarif pajak yang harus dibayarkankan.

Begitu pula terkait perawatannya. Setiap pemilik mobil di setiap bulannya memiliki kewajiban untuk melakukan perawatan seperti ongkos servis dan cuci.

"Itu (perawatan) perlu biaya yang menggerus penghasilannya. Itu yang dianalisa. Semakin mahal mobilnya, maka pajaknya semakin mahal. Arahnya ke sana. Bukan kami anti sama yang punya mobil ya," katanya.

Terlebih lagi, nantinya area parkir di Tower Samawa, Klapa Village, Duren Sawit, tak cukup luas sehingga dikhawatirkan tak bisa memadai jumlah mobil-mobil para penghuni.

"Kedua area parkir terbatas. Sekarang kalau semua orang di tower samawa punya mobil, mereka mau parkir dimana? Kamu kan ingin menyediakan hunian yang nyaman. Itu jadi salah satu faktornya," ujarnya.

 Daftar Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Amin Beredar Lagi, Ada Nama Fadli Zon!

 Jarang Terekspos, Iniah Foto Calon Mertua Kaesang Ibunda Felicia Tissue yang Punya Tampilan Modis

 BIN TURUN Tangan Kasus Enzo Zenz Allie, Ungkap Fakta Ada Aparat Berpaham Radikalisme di Aceh

Kepemilikan kendaraan roda empat jadi salah satu hal yang nantinya akan diperhitungkan pemberi bantuan dana dalam hal ini Bank DKO kepada para kreditur.

"Kita prioritas saja ya. Ini memang tidak ada di dalam syarat. Itu masalah ratingnya saja. Belanja rumah tangganya kalau punya mobil akan lebih banyak. Kami jangan membantu orang yang nanti kreditnya tak bermasalah. Paling enggak orang yang enggak mampu tapi keuangannya masih bagus. Jangan sampai menggangu kredit sistem keuangan perbankan," tutur Dzikran.

Sebelumnya, banyak mobil-mobil yang diparkirkan di halaman tempat pendaftaran hunian DP 0 Rupiah, Klapa Village, pada pendaftaran terakhir gelombang kedua, Selasa (13/8) siang tadi.

Para pemilik mobil terlihat menggunakan baju rapih dan datang sambil membawa map berisi dokumen-dokumen.

 Takut Dijual Suami, Simak Isi Surat Ibu Kandung yang Ikhlas Selamatkan Bayinya dengan Cara Dibuang

 Klinik Tempat Praktik Aborsi di Bekasi Sudah Beroperasi Dua Tahun

Mobil yang mereka tumpangi bukan merupakan mobil mewah, seperti Suzuki Swift, Suzuki Ertiga, Honda Jazz dan Toyota Avanza. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved