Penipuan

Pejabat Kemendikbud Gadungan Mempergunakan Uang Hasil Penipuan Senilai Rp 5,7 Miliar untuk Dugem

Herman Bima bilang, bisa menjadikan para pegawai honorer diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik di pemerintahan daerah atau di kementerian.

Pejabat Kemendikbud Gadungan Mempergunakan Uang Hasil Penipuan Senilai Rp 5,7 Miliar untuk Dugem
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sambil angkat jempolnya, tersangka mengakui semua kartu tanda pengenal dan dokumen yang dipergunakan untuk meyakinkan korban seluruhnya adalah palsu dan dibuat sendiri di rental komputer di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. 

Herman Bima (57), pelaku penipuan terhadap 99 pegawai honorer K2 di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan meraup hingga Rp 5,7 Miliar, sejak 2010 lalu, akhirnya dibekuk Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Herman Bima dibekuk di rumah kontrakannya di Jalan Jatiraya Nomor 27, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019) sekira pukul 15.00.

Modus penipuan yang dilakukan, Herman Bima berdalih, bisa menjadikan para pegawai honorer diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik di pemerintahan daerah atau di kementerian.

Kepada para korban, Herman mengaku sebagai pegawai atau pejabat di Sekertariat Kemendikbud di Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal. Ia melengkapi diri dengan kartu pengenal sebagai PNS Kemendikbud yang selalu disematkan di baju safarinya.

Ia juga mengaku, dia mempunyai akses dengan pejabat di Badan Kepegawaian Nasional, Kemenpan dan RB serta Kemendikbud.

Karenanya Herman meminta uang Rp 100 Juta bagi setiap honorer yang ingin ditempatkan di wilayah DKI sebagai PNS, dan Rp 70 Juta untuk honorer yang ditempatkan di luar DKI sebagai PNS.

Untuk meyakinkan korbannya, Herman berjanji akan mengembalikan seluruh uang yang diberikan, jika korban tidak diangkat atau tak lulus jadi PNS dengan menunjukkan catatan rekening banknya.

Namun nyatanya tercatat ada 99 korban Herman sejak 2010 sampai saat ini, yang tidak juga diangkat jadi PNS dan uang tidak dikembalikan.

Total uang yang berhasil digasak Herman, sang pejabat Kemendikbud gadungan itu, dari 99 pegawai honorer Kemendikbud yang menjadi korbannya mencapai Rp 5.731.000.000 atau Rp 5,7 Miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dari pengakuan Herman, uang hasil penipuannya lebih banyak dihabiskan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam di Mangga Besar, Jakarta Barat.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved