Pasutri dan Dua Pengedar Uang Palsu Pilih Pasar Anyar Tangerang karena Aman Belanjakan Uangnya

Kini keempatnya terancam penjara paling lama sampai 15 tahun dijerat Pasal 245 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang rupiah

Pasutri dan Dua Pengedar Uang Palsu Pilih Pasar Anyar Tangerang karena Aman Belanjakan Uangnya
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polisi menunjukan barang bukti uang palsu di Mapolres Metro Tangerang, Selasa (13/8/2019). 

Komplotan pengedar uang palsu (upal) di Pasar Anyar, Kota Tangerang digulung jajaran Polres Metro Tangerang.

Menurut Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Abdul Karim, pengedar upal ini sudah dua bulan melancarkan aksinya berbelanja di Pasar Anyar Tangerang.

Pemilihan lokasi peredaran upal di pasar, kata Karim, sengaja menjadi target pelaku lantaran penjualnya jarang memperhatikan keaslian uang yang diterimanya.

“Di situ (pasar) uang tidak terlalu bisa diidentifikasi, oleh karena itu dijadikan sasaran pelaku,” jelasnya saat merilis pengungkapan kasus peredaran upal di Polrestro Tangerang, Selasa (13/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Terungkapnya kasus upal ini setelah kawanan polisi dari Satreskeim Polres Metro Tangerang menangkap SP di Pasar Anyar, Tangerang, 30 Juli 2019.

Ketika itu SP sedang belanja menggunakan upal.

“Setelah meringkus SP, dilakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pasangan suami istri, NG dan Y serta Y,” kata Karim.

Dari pasangan suami istri (pasutrri) itu, polisi menyita barang buikti uang palsu Rp 40.850.000 yang terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Tidak hanya uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang sudah siap di edarkan, komplotan ini juga memiliki uang palsu yang belum dipotong.

Diketahui bahwa komplotan ini membeli uang palsu seharga Rp 1 juta untuk mendapatkan Rp 3 juta uang palsu.

Polisi pun masih memburu pemasok yang menyediakan upal untuk dijual ke komplotan ini.

Kini keempatnya terancam penjara paling lama sampai 15 tahun akibat dijerat Pasal 245 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang rupiah.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved