Uang Palsu

Pasar Tradisional Jadi Sasaran Pelaku Belanja dengan Uang Palsu

Peredaran uang palsu terbongkar setelah polisi menangkap pelaku berbelanja di Pasar Anyar Tangerang. Pelaku sengaja memilih pasar tradisional.

Pasar Tradisional Jadi Sasaran Pelaku Belanja dengan Uang Palsu
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polisi menunjukan barang bukti uang palsu di Mapolres Metro Tangerang, Selasa (13/8/2019). Pasar Tradisional Jadi Sasaran Pelaku Belanja dengan Uang Palsu 

Peredaran uang palsu terbongkar setelah polisi menangkap pelaku berbelanja di Pasar Anyar Tangerang. Pelaku sengaja memilih pasar tradisional.

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Komplotan pengedar uang palsu (upal) di Kota Tangerang berhasil diringkus jajaran Polres Metro Tangerang.

Peredaran upal itu terungkap ketika Satreskeim Polres Metro Tangerang manangkap SP ketika belanja menggunakan upal di Pasar Anyar Tangerang pada 30 Juli 2019 lalu.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Abdul Karim menjelaskan, setelah meringkus SP, petugas melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pasangan suami istri, NG dan Y.

"Uang palsu yang ditemukan Rp 40.850.000 dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu," ujar Karim di Mapolre Metro Tangerang, Selasa (13/8/2019).

Tidak hanya uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang sudah siap diedarkan, komplotan ini juga memiliki uang yang belum dipotong.

Menurut Karim, pengedar upal ini sudah dua bulan melancarkan aksinya berbelanja di Pasar Anyar Tangerang.

Pemilihan peredaran upal di pasar tradisional, kata Karim, sengaja menjadi target pelaku lantaran penjualnya jarang memperhatikan keaslian uang yang diterimanya.

"Di situ (pasar tradisional) uang tidak terlalu bisa diidentifikasi, oleh karena itu dijadikan sasaran pelaku," katanya.

Diketahui bahwa komplotan ini membeli uang palsu seharga Rp 1 juta untuk mendapatkan Rp 3 juta uang palsu.

Polisi pun masih memburu pemasok yang menyediakan upal untuk dijual ke komplotan ini.

Kini keempatnya terancam penjara paling lama sampai 15 tahun akibat dijerat Pasal 245 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Rupiah.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved