Gempa Bumi

Benarkah Gempa Banten Picu Gempa Lain di Selat Sunda? Ini Jawaban BMKG

Pascagempa Banten 6,9 magnitudo, sudah terjadi 8 kali gempa di Busur Subduksi Sunda.

Benarkah Gempa Banten Picu Gempa Lain di Selat Sunda? Ini Jawaban BMKG
Istimewa
ILUSTRASI Gempa 

Pascagempa 6,9 magnitudo yang berpusat di Labuan, Banten beberapa waktu lalu, Indonesia belakangan dihebohkan dengan rentetan gempa setelahnya.

Gempa-gempa tersebut terjadi di Busur Subduksi Sunda.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mencoba menjelaskan fenomena tersebut.

Daryono tidak menampik jika berdasarkan monitoring BMKG menunjukan adanya rentetan aktivitas gempa bumi di Busur Subduksi Sunda usai gempa pada 2 Agustus lalu di Labuan, Banten.

Awal Agustus Indonesia Dilanda Rentetan Gempa Sebanyak 8 kali, Mengapa Demikian?

Kata Daryono aktivitas gempa singnifikan ini tersebar dari Segmen Megathrust Mentawai-Siberut hingga Segmen Megathrust Sumba.

“Diawali dengan peristiwa gempa kuat dan merusak di Banten berkekuatan M 6,9 pada 2 Agustus 2019 lalu, hingga hari ini rentetan gempa masih terus mengguncang,” jelas Daryono seperti dimuat dalam keterangan tertulis Selasa (13/8/2019).

“Hari ini saja sudah 2 kali wilayah selatan Bali dan Banyuwangi diguncang gempa berkekuatan M 4,9” lanjutnya.

Gempa di Selatan Jawa Terjadi di Zona Megathrust

Setidaknya kata Daryono usai gempa 6,9 magnitudo di Labuan, Banten, sudah 8 kali terjadi gempa siginifikan di kawasan Busur Subduksi Sunda.

Yakni dimulai dari 2 Agustus 2019 terjadi Gempa Selatan Banten 6,9 magnitudo, keesokan harinya 3 Agustus terjadi gempa Sukabumi sebesar 4,4 magnitudo.

Lanjut di tanggal 9 Agustus 2019 terjadi gempa Sumba sebesar 4,3 magnitudo, yang disusul keeskokan harinya pada 10 Agustus terjadi gempa Tasikmalaya dan Pangandaran sebesar 4,0 magnitudo.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved