Investasi

Strategi Investasi di Saat Risiko Pasar Keuangan Sedang Melonjak

Merekomendasikan investor tipe konservatif menempatkan 10 persen dananya di cash, 50 persen di investasi jangka menengah seperti obligasi.

Strategi Investasi di Saat Risiko Pasar Keuangan Sedang Melonjak
thinkstockphotos
Ilustrasi. Mengalihkan investasi ke safe haven, seperti emas. Tak heran, harga emas belakangan terus meroket naik. 

Meski begitu, analis menilai investor yang hendak membeli emas saat ini sudah terlambat.

Menyarankan investor masuk ke saham atau reksadana saham dan memburu saham badan usaha milik negara (BUMN), barang konsumsi, dan konstruksi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Rupanya para investor menilai risiko di pasar keuangan saat ini meroket.  

Pada Jumat (9/8/2019) lalu Indeks Fear & Greed berada di level 25, mengindikasikan pelaku pasar berada di posisi extreme fear (sangat ketakutan).

Saat berada dalam posisi ketakutan, pelaku pasar kerap melakukan risk aversion.

Salah satunya dengan mengalihkan investasi ke safe haven, seperti emas. Tak heran, harga emas belakangan terus meroket naik.

Sejak awal tahun hingga Jumat (9/8/2019), harga emas di Commodity Exchange untuk pengiriman Desember 2019 telah naik 14,93 persen dan mencapai 1.508,5 dollar AS per ons troi.

Bandara Diduduki Pengunjuk Rasa, Penerbangan Dibatalkan

Harga emas Antam juga sempat mencapai level tertinggi Rp 753.000 per gram, 8 Agustus 2019.

Jumat lalu, harga emas Antam bertengger di Rp 752.000 per gram, naik 12,74 persen secara year to date.

Direktur Utama Avrist Asset Management, Hanif Mantiq, menilai, emas masih jadi investasi safe haven menarik.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved