Breaking News:

Sebulan Lebih, Mengapa Kasus Tabrak Lari di Overpass Solo Belum Terungkap? Ini Dugaan Suami Korban

"Saya disuruh sembunyi dari wartawan, di kamar tidak usah keluar rumah, nggak boleh ketemu atau berbicara dengan media,"

Tribun Jateng/istimewa
Moment ketika mobil hendak menyalip sepeda motor di belokkan overpass Solo namun menabrak sepeda motor di depannya. Pengemudi mobil tersebut melarikan diri sedang pengemudi sepeda motor meninggal dunia. 

Keluarga korban tabrak lari overpass Manahan Solo kecewa dengan kinerja kepolisian karena dinilai lamban dalam mengungkap kasus tersebut.

Sejak kejadian Senin 1 Juli 2019 silam hingga kini pelaku masih bebas berkeliaran.

Ditemui di kediaman Jalan Slembaran RT03/RW03 Serengan, Solo, Jumat (9/8), suami korban Marthen Jelipele mendengar kabar burung bahwa pelakunya diduga merupakan istri aparat penegak hukum.

Belum Juga Terungkap, Muncul Isu Pelaku Tabrak Lari di Solo Anak Pejabat? Begini Jawaban Polisi

Punya Sensor ToF, Ini Fungsi Kamera Keempat Samsung Galaxy Note 10 Plus

Rilis Single Terbaru di Amerika, Agnezmo Berdandan Ala Orang Papua dengan Bawa Warga Asli

Diduga kondisi tersebut yang membuat polisi galau dan kasus ini tidak segera terungkap.

Selama kasus ini berjalan, ia menilai bahwa kinerja polisi tergantung dari pemberitaan di media.

Ketika kabar terkait tabrak lari overpass kembali muncul barulah petugas bergerak, seperti mendatangi rumah duka, atau meminta keterangan.

“Saya melihatnya seperti itu,” kata Marthen Jelipele yang saat ditemui baru saja mengadakan acara malam doa 40 hari meninggalnya istri.

Selain kecewa dengan kinerja Polisi, ia pun menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak menghargai kondisi keluarga korban yang sedang berkabung.

Hendak Sembelih Hewan Kurban, Pria Ini Meninggal di Dekat Leher Sapi yang akan Digorok

Pernah suatu kejadian anaknya meminta untuk memerlihatkan rekaman video kecelakaan namun tidak diizinkan.

“Petugas polisinya bilang kalau diperlihatkan videonya apa jenazah bisa hidup lagi. Perkataan seperti itu kan menyakitkan, menurut saya tidak sopan, dan kurang bagus untuk kami masih dalam suasana berkabung,” imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved