Kendaraan Listrik

Presiden Jokowi Teken Perpres, Gaikindo: Harga Mobil Listrik Bisa Murah, Ini Alasannya

Dengan Perpres tentang percepatan kendaraan listrik tersebut, ia pun berharap ke depan semakin banyak mobil listrik beredar di Indonesia.

Presiden Jokowi Teken Perpres, Gaikindo: Harga Mobil Listrik Bisa Murah, Ini Alasannya
Warta Kota/Alex Suban
Pembalap Rio Haryanto menjadi pembeli pertama Toyota C-HR Hybrid 2019 saat peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). 

AWAL pekan lalu, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang  percepatan pengembangan kendaraan listrik.

Dengan Perpres tentang percepatan kendaraan listrik tersebut, ia pun berharap ke depan semakin banyak mobil listrik beredar di Indonesia.

Melalui peraturan itu, Pemerintah akan mengatur salah satunya tentang insentif yang diberikan kepada produsen yang menjual dan memproduksi kendaraan listrik.

Mobil Listrik Tak Kena Ganjil Genap, Begini Tanggapan Gaikindo dan Daftar Mobil Listrik di Indonesia

Mobil Listrik Tak Bakal Kena Pajak Penjualan Barang Mewah

Dengan demikian, menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johannes Nangoi, bisa menjadikan harga mobil listrik menjadi murah.

"Karena itu tadi, ada berbagai insentif yang diberikan dan diatur melalui perpres itu," kata Nangoi saat dihubungi Kompas.com, pekan lalu.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menjelaskan, insentif seperti apa belum diketahui tetapi yang pasti akan menguntungkan bagi produsen dan juga konsumen.

Dukung Pengembangan Mobil Listrik di Indonesia, Toyota Akan Boyong Bus Listrik ke Tanah Air

Perpres Percepatan Kendaraan Listrik Diteken, Peugeot Akan Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Sebab, salah satu tujuan dibuat kebijakan itu adalah untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

"Ke depan akan semakin banyak produsen yang menjual mobil listrik di Indonesia, dan mobil-mobil sejenisnya seperti hibrida. Bahkan, akan ada juga tambahan nilai investasi," ucap Nangoi.

Tanpa insentif, harga mobil listrik mahal

Menurut Nangoi, tanpa adanya insentif, harga mobil listrik dan sejenisnya menjadi mahal.

Selain itu, kebijakan ini juga akan mendorong produsen otomotif untuk menambah investasi, karena tren secara global juga akan ke arah kendaraan ramah lingkungan.

"Bahkan di negara berkembang lainnya sudah berjalan, mereka juga mendapatkan insentif-insentif dari pemerintah," kata dia.

Mobil listrik BMW i3s di GIIAS 2019
Mobil listrik BMW i3s di GIIAS 2019 (KompasOtomotif)

BMW Wait and See, Toyota Mendukung

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved