Pemilihan Wagub DKI

Pemilihan Wagub DKI Terkendala Gerindra dan PKS Belum Satu Hati

Pemilihan Wagub DKI Terkendala Gerindra dan PKS Belum Satu Hati. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Pemilihan Wagub DKI Terkendala Gerindra dan PKS Belum Satu Hati
Warta Kota
Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono. 

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Gembong Warsito mengatakan tugas panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta sudah selesai.

Hanya saja, ujar Gembong, harus ada penyelarasan dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab).

“Lah dalam rapimgab itu ada penyelarasan sifatnya tapi kerja pansusnya sendiri sudah selesai,” kata Gembong, Senin (12/8/2019).

 

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta. (Warta Kota/Anggi Lianda Putri)

Pengungsi dan Pencari Suaka dari Timur Tengah Juga dapat Daging Kurban, Tapi Bukan Dimasak Chef

Menteri Kabinet Jokowi Tersebar, Tsamara Amany Alatas Gantikan Susi Pudjiastuti

Menurut Gembong, dalam kerja pansus sekarang ada perbedaan pendapat antara partai pengusung dalam hal ini PKS dan Gerindra. Keduanya mempermasalahkan kuorum pemilihan wagub.

“Terkait satu pasal kaitan kuorum masing-masing punya argumen, PKS menghendaki 50 plus dengan asumsi biar cepat selesai kemudian Gerindra minta 2/3 dengan asumsi supaya legitimasinya lebih legitimate,” kata Gembong.

Gembong menyarankan kepada partai pengusung agar duduk bareng menyelesaikan dulu perbedaan di antara mereka berdua. Setelah itu baru dibawa dalam rapimgab.

“Setelah rapimgab langsung kita paripurnakan, selesai itu (pemilihan wagub),” ucap Gembong.

Gembong Warsono
Gembong Warsono (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Bandara Diduduki Pengunjuk Rasa, Penerbangan Dibatalkan

Ini 8 Stadion yang Diajukan PSSI untuk Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021

Menurut Gembong keinginan kedua partai pengusung tersebut tidak ada yang salah karena memang secara aturan sah-sah saja. Sehingga perlu ada kesepahaman dulu di antara kedua partai pengusung itu.

“Jadi boleh setengah plus, tidak dilarang. Tapi apakah boleh 2/3 ya boleh juga kan setengah plus, nggak ada masalah,” katanya.

Gembong meminta agar kedua partai satu suara untuk mempercepat proses pemilihan wagub. Pasalnya fraksi-fraksi lain tinggal menunggu untuk kemudian memutuskan.

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved