Menteri Pertahanan: Menjalankan Pancasila Sama Artinya Mempraktikan Syariat Islam

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi ramainya perbincangan mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bersyariah.

Menteri Pertahanan: Menjalankan Pancasila Sama Artinya Mempraktikan Syariat Islam
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu seusai silahturahmi dan halalbihalal di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019). 

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi ramainya perbincangan mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bersyariah.

Ia mengaku belum mendengar hal tersebut.

Namun, menurut Ryamizard Ryacudu, syariah sudah ada di dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

Gerindra: Daripada di Dalam Pemerintahan Malah Korupsi, Lebih Baik di Luar Kasih Kritik Konstruktif

"Saya belum dengar itu. NKRI ya NKRI," katanya, seusai silaturahmi dan dialog tokoh bangsa bertema 'Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa'.

Acara itu digelar oleh Kemenhan dan Forum Rekat Indonesia, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

"Syariah itu sudah sampaikan, syariah itu ada di Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Melaksanakan syariah, ya melaksanakan sila kesatu," sambungnya.

BIN: Calon Aparat Keamanan Harus Steril dari Ideologi Selain Pancasila

Ryamizard Ryacudu mengatakan, bagi Umat Islam, Pancasila merupakan kompromi yang sudah final antara kelompok Islam, nasionalis, dan kelompok kebangsaan.

"Menurut kiai dan ulama pejuang bangsa saat itu, Syariah Islam yang diajukan dalam Piagam Jakarta."

"Kemudian disepakati sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, sudah sama dengan Syariah Islam."

FOTO-FOTO Sapi Kurban Jokowi dan Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal

"KH Wahid Hasyim, tokoh ulama muda NU, putra dari KH Hasyim Asyari yang turut serta dalam merumuskan Konsep Dasar Negara Indonesia pada tahun 1945, menegaskan konsep Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan konsep tauhid dalam Islam," bebernya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved