Breaking News:

Penembakan

Kasus Polisi Tembak Polisi di Depok, Kapolda Metro: Evaluasi Personel yang Pegang Senpi

Polda Metro Jaya mengevaluasi para personel yang memegang senjata api terkait peristiwa penembakan oleh Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rachmat

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Adanya peristiwa penembakan oleh Brigadir Rangga Tianto terhadap

Bripka Rachmat Effendy di Mapolsek Cimanggis, beberapa waktu lalu, membuat Polda Metro Jaya mengevaluasi

jajarannya atau para personel yang memegang senjata api.

Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono usai konpers hasil kegiatan rutin kepolisian yang

Begini Nasib Ponsel Black Market yang Dibeli Setelah 17 Agustus 2019, Cek Sebelum Beli

Takut Dijual Suami, Simak Isi Surat Ibu Kandung yang Ikhlas Selamatkan Bayinya dengan Cara Dibuang

Rayakan Idul Adha Bareng Reino Barack dan Keluarga Besar di Singapura, Syahrini Memakai Mukena Mewah

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

ditingkatkan di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8/2019).

"Nah dengan peristiwa itu, terhadap anggota-anggota kita jajaran di Polda Metro Jaya, saya juga menyampaikan

kepada kepala satuannya masing-masing untuk coba mengevaluasi kembali kepada para pemegang senjata api

ini. Khususnya di dalam pemeriksaan psikologinya harus betul-betul dilaksanakan yang benar, sehingga anggota

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

tidak mudah emosional ya," papar Gatot.

"Karena kalau emosional, sebaliknya ini menjadi bahaya. Kita evaluasi terhadap hal tersebut dan siapa siapa

yang memegang senjata api, kita sesuaikan dengan peraturan yang ada seperti itu," katanya.

Gatot mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Brigadir Rangga Tianto pelaku

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

penembakan terhadap Bripka Rachmat Effendi di Polsek Cimanggis, Depok, beberapa waktu lalu.

Hasilnya kata Gatot, Brigadir Rangga dinyatakan normal secara kejiwaan sehingga kasusnya terus diproses

secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Jelas terhadap pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan kejiwaan dengan tes psikologi dan lainnya. Hasil

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

sementaranya itu, yang bersangkutan normal," kata Gatot usai konpers hasil kegiatan rutin kepolisian yang

ditingkatkan di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8/2019).

Karenanya kata dia penyidik telah merampungkan pemberkasan kasusnya dan sudah diserahkan ke kejaksaan.

Berkas diserahkan ke kejaksaan untuk diperiksa dan diteliti.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

"Sekarang masih dalam proses penyidikan kita. Namun penanganan terkait anggota yang ditembak di Polsek

Cimanggis, prosesnya sudah sampai tahap 1. Berkas sudah kita serahkan ke kejaksaan dan tentunya akan

dilakukan penelitian," kata Gatot.

"Kalau nanti seumpamanya jaksa sudah mengatakan lengkap, tentunya akan dikembalikan kepada kita, dan kita

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

akan melakukan penyerahan tahap 2 yakni tersangka dan barang bukti. Tapi kalau masih ada kekurangan nanti

jaksa akan kirimkan P-19, apa kekuranganya nanti kita akan lengkapi," kata Gatot.

Gatot mengatakan penyerahan berkas kasus penembakan oleh Brigadir Rangga terhadap Bripka Rachmat

Effendy itu diserahkan ke kejaksaan awal Agustus lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

"Penyerahan berkas kita lakukan awal Agustus 2019 lalu. Kami kini menunggu hasil pemeriksaan dan penelitian jaksa," katanya.

Seperti diketahui Bripka Rachmat Effendy meninggal dengan 7 luka tembakan di tubuhnya.

Ia ditembak oleh Brigadir Rangga di SPK di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis,

Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Kamis (25/7/2019) malam sekitar pukul 20.50 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan peristiwa bermula saat Bripka Rachmat

Effendy menangkap pelaku tawuran berinisial FZ dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis, Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Bripka Rachmat yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan

FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.

Selain menggiring FZ, Bripka Rachmat yang berpakaian bebas membawa barang bukti celurit yang digunakan FZ untuk tawuran.

Tak lama kemudian, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis.

Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir Rangga alias RT yang merupakan paman FZ. Brigadir Rangga juga berpakaian nondinas.

Z dan Brigadir RT sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

Setelah bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta ke Bripka Rachmat agar FZ jangan ditahan,

melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir RT ditolak Bripka Rachmat dan dianggap dengan nada bicara yang tinggi.

"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan polisi.

Hal itu rupanya membuat Brigadir RT naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Brigadir RT ke ruangan sebelah mengeluarkan senjata apinya dan langsung menghampiri Bripka Rachmat.di ruangan SPK.

Ia lalu menembak Bripka Rachmat sebanyak tujuh kali.

Peluru bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat hingga korban tewas seketika.

Senjata api yang digunakan Brigadir Rangga menghabisi nyawa Bripka Rachmat adalah HS-9, senapan genggam

semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri.

Bripka Rachmat Effendy diketahui bertugas di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sementara Brigadir Rangga bertugas sebagai personel baharkam Mabes Polri.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved