Penembakan

Kasus Polisi Tembak Polisi di Depok, Kapolda Metro: Evaluasi Personel yang Pegang Senpi

Polda Metro Jaya mengevaluasi para personel yang memegang senjata api terkait peristiwa penembakan oleh Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rachmat

Kasus Polisi Tembak Polisi di Depok, Kapolda Metro: Evaluasi Personel yang Pegang Senpi
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. 

Ia ditembak oleh Brigadir Rangga di SPK di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis,

Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Kamis (25/7/2019) malam sekitar pukul 20.50 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan peristiwa bermula saat Bripka Rachmat

Effendy menangkap pelaku tawuran berinisial FZ dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis, Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Bripka Rachmat yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan

FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.

Selain menggiring FZ, Bripka Rachmat yang berpakaian bebas membawa barang bukti celurit yang digunakan FZ untuk tawuran.

Tak lama kemudian, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis.

Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir Rangga alias RT yang merupakan paman FZ. Brigadir Rangga juga berpakaian nondinas.

Z dan Brigadir RT sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

Setelah bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta ke Bripka Rachmat agar FZ jangan ditahan,

melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir RT ditolak Bripka Rachmat dan dianggap dengan nada bicara yang tinggi.

"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan polisi.

Hal itu rupanya membuat Brigadir RT naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Brigadir RT ke ruangan sebelah mengeluarkan senjata apinya dan langsung menghampiri Bripka Rachmat.di ruangan SPK.

Ia lalu menembak Bripka Rachmat sebanyak tujuh kali.

Peluru bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat hingga korban tewas seketika.

Senjata api yang digunakan Brigadir Rangga menghabisi nyawa Bripka Rachmat adalah HS-9, senapan genggam

semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri.

Bripka Rachmat Effendy diketahui bertugas di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sementara Brigadir Rangga bertugas sebagai personel baharkam Mabes Polri.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved