Timnas Indonesia U18

Garuda Muda 90 Menit Menuju Masjid

Pemain Timnas indonesia U18 yang beragama Islam harus menempuh perjalanan selama 90 menit, untuk mencapai lokasi alat Iduladha.

Garuda Muda 90 Menit Menuju Masjid
PSSI
Skuad Timnas Indonesia U18 bersama pelatih dan ofisila di luar masjid di Ho Chi Minh, Vietnam 

Demi kejayaan nama Republik Indonesia, 23 remaja dari Indonesia ini rela melewatkan Iduladha bersama keluarga.

Personel Timnas indonesia U-18 ini harus merayakan Hari Raya Kurban ini di Vietnam, tempat turnamen Piala AFF U-18 tengah berlangsung.

Berhubung kebanyakan penduduk Vietnam bukan beragama Islam, maka mencari masjid untuk melakukan salat Ied juga sebuah perjuangan.

Bagi skuad Indonesia U-18 ini, bermain selama 90 menit sudah biasa dilakoni. Namun 90 menit perjalanan untuk sampai di lokasi salat Ied adalah pengalaman baru. Demikian diwartakan situs PSSI.

Perjalanan sekitar satu setengah jam itu dari Provinsi Binh Duong ke kota Ho Chi Minh, sebab hanya di kota itulah lokasi masjid terdekat dari posisi Timnas.

Fakhri Husaini dan pemainnya yang beragama Islam berangkat dari Becamex Hotel, tempat mereka tinggal di Binh Duong, pukul 06.30 dan baru tiba di Masjid Musulmane Kota Ho Chi Minh, yang jaraknya kurang lebih dari 38 kilometer itu pada pukul 08.00 pagi. Sementara waktu salat Iduladha di masjid itu pukul 08.30.

Berada jauh dari rumah dan sanak keluarga, tak membuat para pemain berkecil hati. Selain karena teknologi sudah mendukung untuk melakukan video call, suasana masjid di Ho Chi Minh mirip seperti di Indonesia.

“Saya senang bisa bersilahturahim dengan orang-orang muslim di sini. Selain itu, banyak juga bertemu dengan warga Indonesia. Suasananya tidak terlalu berbeda dengan di Tanah Air,” kata Beckham Putra Nugraha.

Beckham mengaku senang bisa melaksanakan ibadah salat Iduladha di Vietnam, karena dia bisa bertemu dengan saudara seiman dari berbagai negara dan ras di dunia. Ini merupakan kali kedua baginya melakukan salat Iduladha di luar negeri. Dia pernah merasakan hal yang sama saat berada di Malaysia beberapa tahun silam.

Pemain bernomor punggung 7 itu tentu juga menghubungi keluarganya di Indonesia, untuk sekadar berbagi kabar dan saling mendoakan. “Tadi saya mengabari mereka, meminta doa agar semuanya berjalan lancar di sini. Apalagi kebetulan bertepatan dengan hari ini,” katanya.

Berbeda dengan Beckham, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi baru pertama kali merayakan Iduladha di luar negeri. Meski begitu, dirinya tak merasa canggung karena suasana ibadahnya mirip seperti di Indonesia.

Bagas tidak lihat hewan kurban

“Yang membedakan, sepertinya di sini tidak ada hewan kurbannya. Kalau di Indonesia ada, di sini saya tidak melihatnya satu pun. Kalau suasana masih terasa mirip di rumah,” katanya.

Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan dua personel skuad Timnas indonesia U18 usai salat Iduladha di Vietnam.
Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan dua personel skuad Timnas indonesia U18 usai salat Iduladha di Vietnam. (PSSI)

Dia juga tak lupa menghubungi keluarganya di Indonesia. Lewat video call, orangtuanya berpesan agar Bagas dan saudara kembarnya, Amiruddin Bagus, lebih fokus dalam bertanding.

“Kalau misalnya sedang tanding, Bapak di rumah selalu berpesan supaya kami fokus saja. Tidak perlu memikirkan yang di rumah, semua baik-baik saja. Itu yang selalu ditekankan Bapak kepada kami kala sedang mengabdi untuk negara,” tandas Bagas.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved