Properti

Bekasi, Kawasan Paling Potensial Jadi Kota Masa Depan, Ini Alasan dan Penjelasannya

BEKASI dinilai sebagai kawasan yang paling potensial menjadi kota masa depan.

Bekasi, Kawasan Paling Potensial Jadi Kota Masa Depan, Ini Alasan dan Penjelasannya
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di wilayah Bekasi telah mencapai 86 persen hingga akhir Juni 2019. 

"Bekasi potensial dikembangkan sebagai transit oriented development (TOD). Karena kota masa depan adalah kota yang memudahkan warganya beraktivitas dalam tata kota yang saling terkoneksi."

BEKASI dinilai sebagai kawasan yang paling potensial menjadi kota masa depan.

Alasan Bekasi potensial jadi kota masa depan, karena wilayah Bekasi punya sejumlah infrastruktur konektivitas paling lengkap dibanding kawasan lainnya.

Sebut saja mulai dari Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Jalan Tol, Jalan Tol Layang, serta dilintasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Darmono mengungkapkan pendapatnya saat menjadi pembicara "Creating The Cities of The Future" pada Kongres Diaspora Indonesia ke-5 di Jakarta, Sabtu (10/8/2019) lalu.

Pemkot Bekasi Bakal Gandeng Investor Asing untuk Kelola Sampah Menjadi Listrik

Terjual 95 Persen, Jababeka Residence Gelar Topping off Monroe Apartemen

PT Kawasan Industri Jababeka Punya Target Rp 1,6 Triliun Tahun Ini

KERETA Api Communter Line
KERETA Api Communter Line (Istimewa)

"Seluruhnya berada dalam satu kawasan. Bekasi potensial dikembangkan sebagai transit oriented development (TOD). Karena kota masa depan adalah kota yang memudahkan warganya beraktivitas dalam tata kota yang saling terkoneksi," papar Sutedja.

Dia mencontohkan kota Shanghai, China. Kota ini memiliki kereta bawah tanah terpanjang dengan nama Shanghai Metro.

Kereta bawah tanah ini beroperasi sepanjang 548 kilometer, yang menghubungkan 14 dari total 17 distrik di kota tersebut.

Shanghai Metro dibangun tahun 1986 dan beroperasi pada 1993. MRT ini merupakan ketiga tertua di China setelah Beijing Subway dan Tianjin Metro.

"Warga Shanghai banyak yang menggunakan moda transportasi ini. Ke kantor, ke mal, ke mana-mana, mereka naik MRT. Sama dengan MRT Jakarta yang mampu mengubah perilaku warga dalam bertransportasi," tutur Sutedja.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved