Kebakaran

Anies: Wilayah Rawan Kebakaran di Jakarta Akan Dipasangi Stiker

Pemasangan stiker itu untuk menyadarkan seluruh masyarakat, kawasan itu punya risiko dan harus diperbaiki.

Anies: Wilayah Rawan Kebakaran di Jakarta Akan Dipasangi Stiker
DOK/SUDIN PKP Jakarta Pusat
Ilustrasi: Kabel listrik di Jalan Petamburan VII, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terbakar pada 29 Mei 2018 lalu. 

Pemprov DKI sedang mendata wilayah dengan risiko kebakaran tinggi di Jakarta. 

Kawasan yang rentan terjadi kebakaran akan dipasangi stiker khusus. 

"Nomor satu, ada penandaan. Kawasan-kawasan yang memiliki risiko kebakaran karena penggunaan aliran saluran listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, Senin (12/8/2019). 

Anies mengatakan sedang menurunkan tim dari tingkat provinsi hingga kelurahan untuk mendata kawasan mana saja yang memiliki masalah sambungan listrik tak sesuai ketentuan itu.  

BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah Tinggal di Kampung Makasar Jakarta Timur Senin Pagi Ini

Forklift dan Motor Diduga Penyebab Ledakan saat Kebakaran di Gudang Barang Bekas

Korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran terbesar di Jakarta. Sambungan listrik yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menghasilkan hubungan arus pendek listrik yang memicu kebakaran.

Wilayah yang memiliki masalah itu akan diberi tanda dan sekaligus peringatan agar dilakukan perbaikan.

“Jika mereka belum melakukan (perbaikan) maka tempatnya akan diberi tanda sebagai tempat beresiko kebakaran. Setelah mereka koreksi baru tanda itu bisa dicopot,” kata Anies.

Selain itu, pemasangan stiker itu juga untuk menyadarkan seluruh masyarakat, kawasan itu punya risiko dan harus diperbaiki. 

Ini Penyebab Kebakaran Yang Tewaskan Tiga Orang Di Jalan Raya Cipinang

Satu Keluarga Tewas Terbakar di Teluk Gong, Polisi Menduga Korsleting Listrik

“Jadi kalau Anda melihat sebuah rumah nanti diberi stiker, tulisannya tempat ini berisiko kebakaran. Maka masyarakat di sana pun akan mendorong pada pemilik lahan itu atau tempat itu untuk mengoreksi, karena kalau ada kebakaran kan enggak pilih-pilih,” kata Anies.

Langkah itu sebagai upaya pencegahan. Pemprov DKI tak ingin hanya fokus pada penindakan ketika terjadi kebakaran.

“Sebuah kampung di situ ada potensi kebakaran, kita beri tanda. Jadi nanti tanda itu ada. Nah itu kita siapkan pemeriksaan-pemeriksaan lalu diberi tanda,” katanya.

Anies mengatakan, langkah pencegahan dianggap paling efektif dalam kasus kebakaran. 

“Api itu bila terkendali, memberikan manfaat. Tapi bila tidak terkendali, dia menjadi bencana. Bukan apinya yang dimatikan, tapi kendalinya yang dibuat,” katanya.  

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved