Berita Video

VIDEO: Salat Ied di Al Azhar, Ketua PP Muhammadiyah Jadi Khatib

Pantauan sejak pukul 06.30 WIB, ratusan jamaah terlihat datang bersusulan, baik berjalan kaki maupun mengendarai kendaraan pribadi.

Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Suasana Salat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (11/8/2019). 

Takbir dikumandang, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti dilantunkan sejak semalam, Sabtu (10/8/2019). Seluruh umat muslim Indonesia tengah bersiap menunaikan Salat Idul Adha 1440 Hijriah pagi ini (11/8/2019).

Tidak terkecuali Masjid Al Agung Al Azhar. Pengurus masjid terbesar di Jakarta Selatan itu menggelar Salat Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah 1440 Hijriah di lapangan yang berada di sisi utara masjid.

Pantauan sejak pukul 06.30 WIB, ratusan jamaah terlihat datang bersusulan, baik berjalan kaki maupun mengendarai kendaraan pribadi.

Mereka diarahkan petugas untuk parkir di area parkir Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia hingga depan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia atau sekitar 200 meter dari Masjid Agung Al Azhar.

Suasana ramai yang umumnya terlihat di sepanjang Jalan Tronojoyo, sisi belakang masjid ataupun Jalan Patimura dan kereta cepat Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) yang kerap kali melintas di depanmu muka masjid itu pagi ini tidak terlihat.

Lalu lintas terlihat lengang dan sepi, tidak ada kemacetan yang terlihat di sepanjang jalan mengarah Masjid mulai dari Jalan Fatmawati Raya, Cilandak hingga seputar Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan hingga Jalan Fatmawati Raya.

Tepat pukul 07.00 WIB, takbir kembali dikumandangkan yang dilanjutkan dengan Salat Idul Adha diimami oleh Ustadz Ahmad Khotib. Selanjutnya, khutbah Salat Idul Adha dipimpin oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr KH Haedar Nasir.

Dalam khutbahnya, Dr KH Haedar Nasir menyampaikan pentingnya keikhlasan dalam beribadah seperti yang diajarkan lewat berkurban. Tidak hanya itu, lewat berkurban, umat muslim diajarkan untuk berbagi tanpa mengenal latar belakang.

"Karenanya kita selaku insan beriman patut meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Ismail serta kerelaan ibunda Siti Hajar melalui ibadah kurban dengan seekor hewan yang dituntunkan syariat Islam," papar Dr KH Haedar Nasir.

"Di sinilah pentingnya memaknai Idul Adha untuk membangkitkan jiwa ikhlas dalam pengabdian diri kepada Allah yang dibuktikan dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya," jelasnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved