Lingkungan Hidup

KLHK Mengungkap Greenpeace Menyampaikan Deforestasi Indonesia Dinilai Buruk Itu Tidak Benar

Luas Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) adalah 66 juta ha atau sebesar 35 % dari luas daratan Indonesia.

KLHK Mengungkap Greenpeace Menyampaikan Deforestasi Indonesia Dinilai Buruk Itu Tidak Benar
Warta Kota/Istimewa
Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan KLHK, Belinda Arunawati Margono 

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan KLHK, Belinda Arunawati Margono menjelaskan bahwa adanya kabar bahwa Greenpeace menyampaikan deforestasi Indonesia buruk adalah tidak benar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, moratorium pemberian izin baru hutan alam primer dan gambut efektif mengurangi angka deforestrasi.

"Karena itu, deforestasi Indonesia yang memburuk seperti dikatakan Greenpeace dalam pernyataan persnya itu adalah tidak benar," katanya di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Bantahan KLHK terhadap pernyataan Greenpeace tersebut disampaikan Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan KLHK, Belinda Arunawati Margono, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Belinda mengungkapkan, soal laju deforestasi Indonesia pada sebelum dan sesudah moratorium.

Dikatakannya, luas Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) adalah 66 juta ha atau sebesar 35 % dari luas daratan Indonesia dan berada baik di dalam maupun luar kawasan hutan.

"Perlu juga dipahami bahwa di dalam PIPPIB, terdapat areal berkategori kawasan hutan, lahan gambut dan hutan alam primer."

"Di dalam kategori kawasan hutan dan lahan gambut, terdapat areal yang tidak bertutupan hutan karena memang merupakan ekosistem alami yang dijaga seperti rawa gambut, savanna, atau pun semak belukar alami."

"Total areal bertutupan hutan di dalam PIPPIB adalah 52,3 juta Ha, atau 79% dari luas PIPPIB,” kata Belinda.

Belinda menjelaskan, setelah moratorium diberlakukan pada tahun 2011, memang terjadi lonjakan angka deforestasi di tahun 2014-2015 karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved