Ekspedisi Borneo untuk Majukan Sepak Bola Indonesia

Bermaksud memajukan sepak bola Indonesia, KPSN melakukan pendekatan kepada Asosiasi Provinsi PSSI di Provinsi Kalimantan.

Ekspedisi Borneo untuk Majukan Sepak Bola Indonesia
banjarmasinpost
Ilustrasi mafia pengaturan skor. 

Demi membersihkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI dari praktik mafia pengaturan skor atau match fixing, muncul langkah pendekatan kepada Asosiasi Provinsi PSSI di daerah-daerah.

Hal itulah yang dilakukan Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) di bawah pimpinan Suhendra Hadikuntono.

Setelah membantu pengungkapan kasus match fixing, Suhendra kini bergerilya ke daerah-daerah untuk mencari masukan demi perbaikan PSSI dan persepakbolaan nasional.

Sejak, Kamis (8/8/2019) sampai Kamis (15/8/2019) mendatang, ia akan melakukan pendekatan kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di Provinsi Kalimantan.

Minggu ini, agenda yang diberi nama "Ekspedisi Borneo KPSN 2019" menyasar Provinsi Kalimantan. Perwakilan KPSN menempuh perjalanan laut dan darat.

Pemangku kepentingan sepak bola pertama yang mereka temui adalah Wakil Ketua Asprov PSSI Kalimantan Barat, Helmi Soekarno di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu-Minggu (10-11/8/2019)

Usai menunaikan salat Iduladha di Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Minggu (11/8/2019), Suhendra dan rombongan KPSN ditemani Helmi Soekarno menyaksikan pemotongan hewan kurban.

"Tak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Semoga kita bisa menjadi hamba yang teguh, sabar, dan ikhlas dalam berkorban," kata Suhendra menjelaskan makna ekspedisinya yang bertepatan dengan Iduladha di Pontianak melalui rilis, Minggu (11/8/2019).

Salah satu tujuan ekspedisi, lanjut Suhendra, adalah bersilaturahmi dan menyambangi insan-insan sepak bola di daerah yang ia nilai masih punya idealisme.

"KPSN ingin menyambangi insan-insan sepak bola di daerah guna mendapatkan masukan-masukan yang positif dan berbobot, dan itu nantinya bisa menjadi masukan pula bagi pemerintah demi kemajuan persepakbolaan Indonesia," ucapnya.

Dari Kalimantan Barat, rombongan KPSN melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya untuk bertemu Asprov PSSI Kalimantan Tengah.

Sebelum tiba di Palangkaraya, Suhendra terlebih dulu menitipkan hewan kurban berupa seekor sapi kepada panti asuhan setempat melalui utusannya. Dari Kalimantan Tengah, rombongan akan menuju Samarinda, Kalimantan Timur.

"Memang perlu keteguhan dan kesabaran dalam memajukan prestasi sepak bola Indonesia, karena begitu banyak tantangan yang menghadang, salah satunya mafia bola," ucap Suhendra yang menyambut baik dihidupkannya kembali Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri per 6 Agustus 2019.

"Kami apresiasi Polri yang membentuk Satgas Antimafia Bola Jilid II. Kami berharap kasus match fixing benar-benar dituntaskan sampai ke akar-akarnya," ucap pendiri Hadiekuntono’s Institute (Research, Intelligence, Spiritual) ini.

Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved