Berita Bekasi

Walau Bebas Antraks, Ada 40 Hewan di Kota Bekasi Tak Layik Dikurbankan, Ini Penyebabnya

Hanya 0,21 persen hewan tak layik dikurbankan di Kota Bekasi, dan tak ditemukan adanya hewan kurban antraks di Kota Bekasi.

Walau Bebas Antraks, Ada 40 Hewan di Kota Bekasi Tak Layik Dikurbankan, Ini Penyebabnya
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban 

"Pemeriksaan dilakukan 15 hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Sudah dicek tapi belum semua hewan dilaporkan oleh panitia ke saya.

"Jadi belum tahu berapa yang sakit atau tidak layak jual," ujar Momon kepada Warta Kota, Rabu (7/8/2019).

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan hingga H-3 sebelum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019 mendatang.

Pemeriksaan dilakukan guna melihat kelayakan hewan dan kandang hewan, sehingga pembeli mendapatkan kualitas yang baik.

Berkualitas dan Terjangkau

Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) klaim hewan kurban yang mereka jual lewat Global Qurban sangat berkualitas dengan berat minimal 30 kilogram untuk seekor kambing.

Tidak hanya itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau yakni hanya Rp 1,65 juta per ekor.

"Dalam perencanaan awal, berat kambing yang kami ternakkan memang 27 kilogram, namun faktanya bobot kambing justru sampai 30 kilogram lebih," kata Vice President ACT Ibnu Khajar di lumbung tanah wakaf (LTW) Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (11/7/2019).

Meski bobotnya melebihi batas ambang yang ditentukan, namun harganya tetap normal.

Lembaganya sengaja tetap menjual dengan harga Rp 1,65 juta setara dengan berat kambing 27 kilogram.

Halaman
1234
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved