Bisnis

Sebagai Pasar Periklanan Digital Terbesar Kedua di Asia Tenggara, Indonesia Jadi Target Penipuan

Indonesia merupakan pasar periklanan digital terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand dan kedua di dunia yang menghadapi resiko AdFraud.

Sebagai Pasar Periklanan Digital Terbesar Kedua di Asia Tenggara, Indonesia Jadi Target Penipuan
Istimewa
Managing Director Southeast-Asia Integral Ad Science (IAS) Laura Quigley (kanan) sedang menjelaskan tentang AdFraud (penipuan iklan) di The Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (8/8/2019). 

“Berdasarkan hasil research media quality index, kami menemukan sekitar 19,7 persen konten iklan online di Indonesia beresiko terkena penipuan iklan."

SEBAGAI negara dengan tingkat populasi yang besar, Indonesia menjadi sasaran untuk pemasaran produk-produk dari seluruh dunia. Hal ini berpengaruh terhadap belanja iklan yang terus meningkat.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan gadget, saat ini perusahaan-perusahaan cenderung memasarkan produknya secara digital.

Menurut data eMarketer, belanja iklan digital di Indonesia pada 2019 ini diperkirakan menembus US$ 639,9 juta.  

Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai pasar periklanan digital terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand.

Ini 10 Iklan Terbaik Ramadan hingga Lebaran 2019 versi Kantar Indonesia, Go-Jek Raih Most Loved

Pendapatan Iklan Podcast Secara Global Tembus Rp 14 Triliun

Di tingkat global, belanja iklan digital akan naik dari US$ 280 miliar pada 2018 menjadi hampir senilai US$ 300 miliar pada 2019.

Namun melonjaknya belanja dan investasi pada media digital ternyata meningkatkan resiko terjadinya AdFraud (penipuan iklan)

Indonesia menjadi negara terbesar ke-2 di dunia yang menghadapi resiko AdFraud ini.

Menurut Shanti Tolani, Country Manager Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia, Indonesia menjadi target para penipu periklanan karena skala dan volume pembelanjaan iklan yang signifikan.

Browser Lambat Gara-gara Iklan, Google Siapkan Fitur Blokir Iklan

Instagram Bakal Susupi Iklan pada Layanan Explore

Shanti Tolani, Country Manager Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia sedang menjelaskan tentang fenomena penipuan iklan digital di Indonesia dalam konferensi pers di  The Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Shanti Tolani, Country Manager Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia sedang menjelaskan tentang fenomena penipuan iklan digital di Indonesia dalam konferensi pers di The Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (8/8/2019). (Istimewa)

“Berdasarkan hasil research media quality index, kami menemukan sekitar 19,7 persen konten iklan online di Indonesia beresiko terkena penipuan iklan. Sementara itu, lebih dari 50 persen iklan di mobile app tidak mencapai penggunanya," katanyai dalam konferensi pers di The Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Halaman
1234
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved