Polda Metro Jaya Buka Hotline Bagi Korban Mafia Tanah dan Properti

Polda Metro Buka Hotline Bagi Korban Mafia Tanah dan Properti. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Polda Metro Jaya Buka Hotline Bagi Korban Mafia Tanah dan Properti
foto Polda Metro Jaya
Konpers ungkap kasus mafia tanah dan properti dengan kedok notaris fiktif, Jumat (9/8/2019). Selain itu Polda Metro Jaya Buka Hotline Untuk Kasus Mafia Tanah. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan terungkapnya kelompok ini berawal dari laporan korban yakni VYS pada 19 Juli lalu.

Korban yang hendak menjual rumah dan lahannya senilai Rp 15 Miliar, mengaku sudah ditipu para pelaku. Sehingga sertifikat lahan seluas 1.431 M2 di Jalan Kebagusan Raya Nomor 30, Pasar Minggu, Jakarta Selatan milik korban, sudah digadaikan ke koperasi atau perusahaan bridging yang ada di Jawa Barat.

"Karenanya korban membuat laporan ke polisi dan tim kami langsung menyelidiki dan mendalami pelakunya," kata Argo dalam konpers di Wisma Iskandarsyah, Jumat (9/8/2019).

Menurut Argo dari tiga pelaku masing-masing memilki peran tertentu. Mulai dari yang berperan menjadi calon pembeli, notaris palsu, serta perantara.

Pemprov Banten Gelontorkan Rp 210 Miliar untuk Program Kesehatan Gratis

Sulit Cari Besek Bambu, Panitia Kurban Masjid KH Hasyim Ashari Pilih Plastik Ramah Lingkungan

Ia mengatakan adanya kantor notaris gadungan di Jalan Iskandarsyah membuat korban percaya terhadap paa pelaku yang berperan menjadi calon pembelin dan notaris palsu.

"Sehingga korban memberikan sertifikat lahan asli miliknya ke pelaku yang berperan sebagai notaris. Dalih pelaku untuk mengecek keabsahan sertifikat ke BPN. Padahal sertifikat asli digadaikan para pelaku senilai Rp 4 Miliar," kata Argo.

Korban kata Argo baru tersadar telah menjadi korban penipuan dan penggelapan setelah mengecek ke BPN yang menyatakan bahwa sertifikat lahannya sudah diagunkan ke koperasi.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan modus kawanan ini adalah dimana salah seorang pelaku akan menawar rumah dan lahan yang hendak dijual korban. "Pelaku kemudian membujuk untuk menitipkan sertifikat asli beserta dengan identitas pemilik yakni KTP, KK, IMB, dan sebagainya di Notaris Fiktif yang ditunjuk oleh kelompok tersangka. Dengan alasan untuk dilakukan pengecekan ke BPN," katA Suyudi.

VIDEO: Megawati Kembali Ditetapkan Jadi Ketua Umum PDI Perjuangan

LINK Live Streaming Liga 1 2019 Barito Putera Vs PS Tira Persikabo, Ini Susunan Pemainnya

Namun kemudian kata dia seluruh data pemilik dipalsukan dan dibuat seolah-olah telah terjadi jual beli antara pemilik dengan salah satu tersangka.

"Sehingga korban kehilangan hak atas properti miliknya. Selanjutnya sertifikat dibalik nama atas nama tersangka dan
diagunkan di Koperasi dan atau Perusahaan Bridging," kata Suyudi.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved