Isu Makar

Penangguhan Penahanan Pemberi Dana Pembunuhan 4 Jenderal, Belum Dikabulkan Polisi

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sampai saat ini belum memutuskan untuk mengabulkan penangguhan penahanan Habil Marati.

Penangguhan Penahanan Pemberi Dana Pembunuhan 4 Jenderal, Belum Dikabulkan Polisi
kolase/antara/kompas tv
Habil Marati, terduga penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan 5 jenderal. 

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sampai saat ini belum memutuskan untuk mengabulkan penangguhan penahanan atas tersangka makar Habil Marati.

Habil Marati disebut sebagai penyandang dana rencana pembunuhan 4 jenderal purnawirawan atau tokoh nasional.

Penangguhan penahanan sudah dikabulkan kuasa hukum Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra pada awal Juli 2019 lalu.

Karenanya sampai kini Habil Marati masih mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (9/8/2019).

 TERBONGKAR, Pelatih Paskibraka Tahu Tubuh Aurel Lebam dan Dipaksa Makan Kulit Jeruk

 TERUNGKAP, Wali Kota Airin Rachmi Diany yang Lapor Polisi Terkait Kematian Aurel yang Janggal

 Oknum Prajurit TNI AD Pratu DAT Terbukti Jual Ratusan Amunisi ke KKB Papua Terancam Hukuman Mati

 Ajudan Iriana Jokowi, Sandhyca Putrie yang Masih Lajang Masuk Tentara Lewat Jalur Sarjana

"Jadi belum. Belum diputuskan dikabulkan atau tidaknya. Masih dievaluasi penyidik," kata Argo.

Menurutnya pengajuan penangguhan penahanan Habil Marati yang dilayangkan Rabu (10/7/2019) lalu, sudah diterima pihaknya.

"Jadi, masih dikaji dulu," kata Argo.

Sebelumnya perihal pengajuan penangguhan penahanan Habil Marati ini diungkapkan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra saat mendatangi, Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019).

"Surat penangguhan sudah disampaikan, tadi masih mau ditandatangani beliau. Penjaminnya keluarga. Nanti kalau diperlukan tambahan jaminan, saya akan kontak kawan-kawan yang lain untuk melakukan penjaminan," kata Yusril, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved