Pengantin Pesanan

Kasus KDRT Pengantin Pesanan, Istri Hamil 3 Bulan Disekap di Hutan di China

Kasus KDRT Pengantin Pesanan terus terjadi. Istri Hamil 3 Bulan Disekap di Hutan di China oleh Suami. Korban pengantin pesanan asal Singkawang Kalbar.

Kasus KDRT Pengantin Pesanan, Istri Hamil 3 Bulan Disekap di Hutan di China
Istimewa
ILUSTRASi - Ria dewan pimpinan nadional SBMI (kerudung hijau) bersama DW, di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (28/3/2019) dini hari WIB. DW adalah pengantin pesanan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di China. 

Kepergian korban ke Tiongkok bermula dari perkenalan dengan mak comblang di Kabupaten Ketapang.

Ia dijanjikan mendapat kehidupan yang layak bila menikah di sana.

Namun setelah menikah, ternyata apa yang diceritakan mak comblang itu tidak benar.

Meski begitu pihak keluarga mendapatkan sejumlah uang sekitar puluhan juta dari pernikahan tersebut.

"Polres Ketapang telah menetapkan satu orang tersangka. Sementara yang lainnya sedang dalam proses pengejaran," tuturnya.

FAKTOR EKONOMI MOTIF PENGANTIN PESANAN

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Singkawang, Ipda Indah mengatakan, dari Januari-Agustus 2019, sudah ada satu kasus TPPO dengan modus pengantin pesanan yang pihaknya tangani.

"Beruntung calon korban belum sampai ke negara China, karena sudah dilakukan penindakan sewaktu akan berangkat dari Singkawang menuju Bandara Supadio Pontianak," katanya.

Berdasarkan penyelidikan yang pihaknya lakukan kepada korban, bahwa kasus ini terjadi dikarenakan faktor ekonomi.

"Korban dijanjikan bisa hidup layak jika menikah dengan WNA di Tiongkok," ujarnya.

Peristiwa ini diharapkan pula menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Jangan sampai terbuai oleh bujukan yang belum jelas hasilnya. "Pada orang tua jangan terbuai," pesan Kapolres.

CEKAL 30 CALON PENGANTIN PESANAN 

Kantor Imigrasi Singkawang melakukan pencekalan permohonan paspor sekitar 30 pemohon, lantaran pemohon diduga bertujuan membuat paspor untuk sebagai pengantin pesanan.

“Menindaklanjuti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang viral, maka kami dari Imigrasi akan memperdalam dalam wawancara. Ditemukan adanya indikasi perkawinan campur WNI dengan warga asing yang tidak sesuai aturan,” kata Kasi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Kota Singkawang, Rejeki Putra Ginting, Kamis (8/8/2019).

Pihaknya sudah melakukan pencekalan terhadap pemohon paspor berjenis kelamin perempuan yang berusia muda sekitar 30-an pemohon, lantaran hendak menjadi korban sebagai pengantin pesanan yang tak sesuai aturan.

Di antara pemohon paspor yang dicekal tersebut, kata Ginting, di antaranya dari wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak ,dan Kota Singkawang.

”Kebanyakan dari mereka yaitu dengan tujuan Tiongkok,” tuturnya.

”Kebanyakan dari mereka yaitu dengan tujuan Tiongkok,” tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Suami Sekap Wanita Singkawang di Hutan China! Korban Hamil Tiga Bulan dan Ingin Pulang ke Indonesia

Editor: Mirmo Saptono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved