Berita Jakarta

WASPADA, Sudin KPKP Jakbar Banyak Temukan Hewan Kurban Sakit setelah Sepekan Lakukan Pemeriksaan

Sepekan setelah lakukan pemeriksaan ke lapangan, petugas Sudin Ketahanan Pangan Jakbar temukan sejumlah hewan kurban yang sakit. Waspada.

WASPADA, Sudin KPKP Jakbar Banyak Temukan Hewan Kurban Sakit setelah Sepekan Lakukan Pemeriksaan
Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengecek kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriah, Selasa (6/8/2019). 

Sepekan setelah lakukan pemeriksaan ke lapangan, petugas Sudin Ketahanan Pangan Jakbar temukan sejumlah hewan kurban yang sakit. Waspada.

Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat gencar melakukan pemeriksan kesehatan hewan kurban menjalang Idul Adha 11 Agustus 2019.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang digelar sejak 29 Juli 2019 sudah memeriksa sebanyak 12.958 ekor hewan kurban di 195 titik di Jakarta Barat.

Hewan kurban yang diperiksa antar lain terdiri dari 3542 ekor sapi, 78 ekor kerbau, 8209 ekor kambing dan 1129 ekor domba.

"Terhitung tanggal 7 Agustus sudah ada 12.958 ekor hewan kurban yang kami periksa sejak tanggal 29 Juli kemarin," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Churniatun, Kamis (8/8/2019).

Pemeriksaan hewan kurban di Jakarta Barat, wanita yang disapa Atun ini menyebut ada 19 hewan kurban yang ditemukan dalam kondisi sakit.

Aparat Satreskrim Polres Jaksel Ungkap Penipuan Modus Sepuh Emas Kelabuhi 3 Kantor Pegadaian

Persib Gagal Menang Lagi, Ditahan Imbang Persela Lamongan 2-2 di Laga Pekan ke-13 Liga 1 2019

PEMBUNUH Istri dan Pembakar Anak Tiri Terancam Hukuman Mati, Polisi Tak Akan Periksa Kejiwaannya

Meski begitu penyakit yang diderita bukanlah penyakit menular seperti anthrax.

Penyakit yang diderita pada hewan kurban ini pada umumnya disebabkan karena perbedaan cuaca tempat habitan asal hewan kurban saat dikirim ke Jakarta.

Selain itu perjalanan jauh juga menjadi faktor beberapa hewan mengalami sakit mata karena debu yang menempel di mata hewan kurban. Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara manual.

"Salah satunya juga perubahan cuaca dan juga perjalanan jauh jadi hewan itu kelelahan. Kita kan juga tahu kalo asal hewan ini ada di Jawa Timur, Jawa Tengah. Tapi itu semua kita atasi dengan berikan vitamin," katanya.

Hasil pemeriksaan hewan kurban, Sudin KPKP juga masih menemukan 260 ekor hewan kurban belum cukup umur yang dijual oleh pedagang, dan satu ekor hewan kurban cacat karena kecelakaan saat turun dari mobil.

Hewan kurban yang tidak masuk kategori untuk di jual ini, harus dipisahkan dengan hewan kurban yang sudah mendapatkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Dinas KPKP.

"Jadi yang sakit ini kita pisahkan dari yang sehat, yang diare kita kasih obat, sakit mata kita kasih salep. Biasanya pada hari H sudah sembuh, tapi kalo untuk di jual lagi tentu harus dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved