Pemilu 2019

Tiga Keluarga Ahli Waris KPPS Jakarta Timur Tak Lolos Verifikasi Santunan KPU RI

Tercatat sebanyak 17 orang KPPS yang bertugas di wilayah Jakarta Timur gugur saat menjalankan tugasnya kala Pemilu 2019 bergulir pada April 2019 lalu.

Tiga Keluarga Ahli Waris KPPS Jakarta Timur Tak Lolos Verifikasi Santunan KPU RI
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Ilustrasi: Jenazah cahyani, ketua KPPS yang meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019. 

Tercatat sebanyak 17 orang KPPS yang bertugas di wilayah Jakarta Timur gugur saat menjalankan tugasnya kala Pemilu 2019 bergulir pada April 2019 lalu.

Namin demikian, tak semua ahli waris mendapatkan santunan dari KPU RI lantaran terdapat beberapa ketentuan yang tak sesuai dengan prosedurnya.

"Ada 3 ahli waris yang tak lolos verifikasi," ungkap Wage Wardana, Ketua KPU Jakarta Timur saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Wage menyebutkan 3 orang KPPS tersebut meninggal saat atau sesudah berakhirnya tugas sebagai KPPS.

Diketahui bahwa tugas KPPS dimulai sejak 10 April dan berakhir pada 9 Mei 2019.

 TERBONGKAR, Pelatih Paskibraka Tahu Tubuh Aurel Lebam dan Dipaksa Makan Kulit Jeruk

 Dewi Sanca Jalani Perkenalan dan Pacaran Singkat dengan Sang Dokter Muda hingga Hamil Diluar Nikah

 Oknum Prajurit TNI AD Pratu DAT Terbukti Jual Ratusan Amunisi ke KKB Papua Terancam Hukuman Mati

 Ajudan Iriana Jokowi, Sandhyca Putrie yang Masih Lajang Masuk Tentara Lewat Jalur Sarjana

 

Hal itu mengartikan bahwa 3 orang yang meninggal tak bisa mendapatkan santunan lantaran dianggap meninggal setelah tugasnya sebagai KPPS berakhir.

"Atas nama Marpu'ah, KPPS dari Kelurahan Klender karena meninggal setelah lewat dari SK. Kemudian Suradi dari Kelurahan Gedong yang meninggal pada 10 Mei. Satu orag lagi masih kami telusuri," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyetujui permintaan KPU RI agar seluruh pahlawan demokrasi yang gugur selama Pemilu 2019 mendapat santunan.

 Ternyata Jumharyono Berhubungan Intim Sebelum Bunuh Istrinya

 Ramai Disebut Simpatisan HTI, Ini Keputusan TNI Soal Nasib Enzo di Akademi Militer (Akmil)

Yakni Rp 36 juta bagi anggota yang meninggal dan cacat permanen, Rp 16,5 juta untuk anggota yang mengalami luka berat, dan Rp 8,25 juta bagi yang mengalami luka sedang. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved