Breaking News:

Listrik Padam

Pegawai PLN Keberatan Gajinya Dipotong untuk Bayar Kompensasi, Lalu Bandingkan dengan Kasus Lapindo

Ketua Umum Serikat Pegawai PLN Yan Herimen mengatakan, dua kejadian tersebut menjadi ujian bagi para pegawai PLN.

Editor: Yaspen Martinus
Google Images
Logo PLN 

SERIKAT Pegawai PT PLN (Persero) mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa perusahaan pelat merah penyedia setrum itu dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Mei lalu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Yang terbaru, aliran listrik PLN sempat terganggu hingga memadamkan listrik di beberapa wilayah di Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu.

50 Pelari Sukses Estafet dari Rengasdengklok ke Tugu Proklamasi yang Digelar Holisticare Ester C

Akibatnya, PLN diminta membayar kompensasi senilai Rp 835 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya.

Ketua Umum Serikat Pegawai PLN Yan Herimen mengatakan, dua kejadian tersebut menjadi ujian bagi para pegawai PLN.

"Kami Serikat Pegawai sungguh merasa diuji oleh musibah yang bertubi tubi."

Blackout di Jawa dan Bali Diduga karena Pohon Sengon, Begini Kata PLN

"Kurang lebih 4 bulan yang lalu kami dikejutkan oleh peristiwa tersandungnya Dirut (Sofyan Basir) kami."

"Dan sekarang musibah besar menggoncang lagi."

"Di mana Ibu Plt Dirut (Sripeni Inten Cahyani) kami yang baru menjabat 2 hari kena empasan yang tak kalah dahsyatnya," tutur Yan kepada Tribunnews.com, Rabu (7/8/2019).

Jenazah Mbah Moen Bakal Dikebumikan di Pemakaman Dekat Masjidil Haram

"Tapi walau demikian, kami yakin semua insan PLN, terutama para BOD, akan kuat, tegar, dan penuh keyakinan bisa melalui cobaan ini."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved