Ganjil Genap

Ganji Genap Dikhawatirkan Menurunkan Pendapatan Pedagang Makanan di Gajah Mada

Pemerintah DKI Jakarta memberlakukan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan mulai 9 September 2019 mendatang.

Ganji Genap Dikhawatirkan Menurunkan Pendapatan Pedagang Makanan di Gajah Mada
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sebuah spanduk informasi penerapan ganjil genap mulai di Pasang disekitar TL Tomang Jakarta Barat. 

GROGOL PETAMBURAN, WARTAKOTALIVE.COM --  Pemerintah DKI Jakarta memberlakukan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan mulai 9 September 2019 mendatang.

Salah satunya yaitu ruas jalan Raya Tomang arah Harmoni hingga Gajah Mada arah Pintu Besar Selatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Namun perluasan ini masih dalam tahap sosialisasi mulai 7 Agustus hingga 8 September 2019 mendatang.

Sedangkan masa uji coba akan diberlakukan mulai 12 Agustus hingga 6 September.

Mulai hari ini sebuah spanduk pemberitahuan ganji genap telah dipasang di sekitar Jalan Tomang Raya.

Namun dari sepanjang jalan yang diberlakukan ganjil genap ini hanya satu sepanduk saja yang terpasang di wilayah Jakarta Barat.

Sementara ketika sore hari kemacetan terlihat pada titik TL Tomang Raya arah Grogol mengekor hingga jembatan Jati Pulo, sedangkan arah sebaliknya terpantau lancar, sedangkan Jalan Harmoni-Gajah Mada-Hayam Wuruk hanya macet di TL Harmoni.

Meski kebijakan ganji genap ini dinilai dapat menekan angka kemacetan di Jakarta, namun kebijakan itu tak terlepas pro kontra masyarakat, mereka beranggapkan ganji genap akan berdampak pada sektor pertokoan terlebih di sekitar jalan Hayam Wuruk.

Seperti hal yang diungkapkan oleh Krisno (40) salah seorang pedagang seafood disekitar Jalan Hayam Wuruk.

Meski ganji dinilai positif ia khawatir akan berdampak bagi pelanggan yang akan mampir ke tempat makannya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved