Paskibraka

KPAI Kecam Pelatihan Paskibraka Tangsel Tak Manusiawi Jadi Penyebab Meninggalnya Aurel

Kasus kematian Aurellia Quratu Aini (16) anggota Paskibra Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 1 Agustus lalu diduga akibat tindakan kekerasan

KPAI Kecam Pelatihan Paskibraka Tangsel Tak Manusiawi Jadi Penyebab Meninggalnya Aurel
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Tim medis dari Dinas Kesehatan Tangsel saat melakukan cek kesehatan setelah anak-anak anggota Paskibraka seusai selesai latihan. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Kasus kematian Aurellia Quratu Aini (16) anggota Paskibra Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 1 Agustus lalu diduga akibat tindakan kekerasan serta pelatihan sebagai anggota Paskibra Tangsel yang tak manusiawi dan penuh unsur kekerasan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menuturkan dari hasil komunikasi pihaknya dengan ayah dari Aurelia atau AQA terungkap

adanya dugaan kekerasan yang dialami korban dan kawan-kawan satu timnya oleh senior mereka, selama menjalani pelatihan.

"Menurut ayahanda dari Ananda AQA, anaknya pelatihan Paskibra sejak 9 Juli 2019 dan dijadwalkan selama lebih dari 1 bulan sampai hari H,

Oknum Prajurit TNI AD Pratu DAT Terbukti Jual Ratusan Amunisi ke KKB Papua Terancam Hukuman Mati

Meninggal di Makkah, Ini Biodata & Rekam Jejak Lengkap Karir Mbah Maimun

Ramalan Zodiak Cinta Rabu 7 Agustus 2019 Virgo Egois, Libra Takut, Pisces Tegang & Gugup

Sosok Aurellia Qurrota Ain, Paskibraka yang Meninggal Mendadak
Sosok Aurellia Qurrota Ain, Paskibraka yang Meninggal Mendadak (istimewa)

yaitu sampai upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di halaman kantor Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 17 Agustus 2019," kata Retno, Selasa (6/8/2019).

Menurut sang ayah yang semasa sekolah juga pernah menjadi pasukan pengibar bendera, kata Retno jadwal pelatihan adalah setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu, kecuali Jumat.

"Karena lokasi pelatihan cukup jauh dari rumah AQA atau sekitar 15 km, maka ananda AQA berangkat setiap hari pukul 05.00, untuk menjalani pelatihan mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB atau sekitar lebih dari 10 jam sehari," katanya.

Menurut orangtua, kata Retno, ada kejanggalan dalam sistem pelatihan Paskibra kota Tangerang Selatan.

Ternyata Jumharyono Berhubungan Intim Sebelum Bunuh Istrinya

PSM Makassar Juara Piala Indonesia 2018, Zulham Zamrun Sabet 2 Penghargaan, Top Skor dan Best Player

Dikira Sudah Meninggal, Bocah yang Dibakar Ayahnya Lari Saat Api Selimuti Badannya

Faried Abdurahman ayahanda Aurellia Quratu Aini (16) memperlihatkan buku Diary Merah Putih milik putrinya.
Faried Abdurahman ayahanda Aurellia Quratu Aini (16) memperlihatkan buku Diary Merah Putih milik putrinya. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Misalnya ada kegiatan ketahanan fisik berlari setiap hari dengan kewajiban membawa beban di punggung berupa ransel yang berisi 3 kilogram pasir, 3 liter air mineral dan 600 liter air teh manis.

"Hal ini tak lazim, karena dalam proses penyiapan fisik, olahraga lari keliling lapangan adalah hal biasa, tetapi jika berlari dengan membawa beban di punggung seberat itu, menjadi tak lazim dalam suatu pelatihan bagi paskibra," papar Retno.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved