Viral Medsos

Dikabarkan Simpatisan HTI, TNI Ambil Langkah Ini Terhadap Enzo

Dikabarkan Simpatisan HTI, TNI Ambil Langkah Ini Terhadap Enzo. Simak selengkapnya.

Dikabarkan Simpatisan HTI, TNI Ambil Langkah Ini Terhadap Enzo
@tnilovers18
Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat mewawancarai Pria Prancis yang ikut seleksi calon taruna. Kini pria keturunan Prancis itu sudah lolos seleksi dan tengah mengikuti pendidikan di Akademi Militer. 

"Secara prosuder kita punya SOP. Sampai tingkat empat kita telusuri. SOP kita begitu. Kodim, Koramil dilibatkan untuk meneliti orangtuanya dan keluarganya," ungkap Sisriadi saat dihubungi TribunJakarta.com pada Rabu (7/8/2019).

"Sampai tingkat empat tidak putus namanya pengawasan ini. Kalau ada prajurit taruna yang tidak Pancasilais,  ketemu lalu dikeluarkan. Ini kan masih awal, kita dalami betul dan kita tidak buru-buru," ia menambahkan.

SOP untuk menelusuri latar belakang calon taruna atau yang sedang berproses dalam pendidikan perwira tidak lepas dari pengawasan.

Enzo Zens Allie, WNI Keturunan Prancis yang lolos tes Akmil Magelang.
Enzo Zens Allie, WNI Keturunan Prancis yang lolos tes Akmil Magelang. (Istimewa)

 5 Fakta Pria Prancis Lolos Seleksi Catar AKMIL Magelang & Bikin Panglima TNI Terkagum-Kagum

 Kisah Menyedihkan Catar AKMIL Magelang Asal Prancis yang Fasih 4 Bahasa, Panglima Kagum

Pengawasan yang dimaksud berlangsung secara periodik dengan melibatkan intelijen dan aparatur teroterial seperti dari Kodim, Koramil, dan BAIS TNI.

"Ini sudah berjalan sejak mereka diterima," beber Sisriadi. "Kita mesti pelan-pelan dan serius menangani ini. Jangan sampai TNI dirugikan dan dia juga dirugikan."

Dikatakan Sisriadi, ada sejumlah seleksi untuk menjadi taruna di antaranya seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, kepribadian melalui psikotes, akademis, terakhir dan yang paling penting adalah mental ideologi.

Terkait Enzo, dari semua seleksi di atas yang bersangkutan lulus menjadi calon Taruna Akmil.

Foto ibunda Enzo menangis usai anaknya lulus jadi Catar AKMIL Magelang.
Foto ibunda Enzo menangis usai anaknya lulus jadi Catar AKMIL Magelang. (TNI AD)

 Fasih 4 Bahasa, Catar AKMIL Asal Prancis Bikin Panglima TNI Kagum, Ustaz Yusuf Mansur: Top!

"Namun kami juga punya sistem penyaringan lagi. Jadi, orang-orang yang sedang di dalam pendidikan, terutama pendidikan perwira itu juga terus kita dalami, karena kami di TNI tidak ingin tersusupi oleh orang-orang yang memiliki paham radikal," jelas Sisriadi.

Sisriadi menjelaskan radikal yang dimaksud ada tiga, yakni radikal kiri, radikal kanan dan radikal lainnya seperti ultraliberalis.

"Kalau dia Pancasilais sayang dong. Tapi tidak ada harganya kalau dia tidak Pancasilais."

Halaman
123
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved