Berita Jakarta

Politisi PSI Ini Minta Anies Kunjungi Pengungsian Pencari Suaka

Sejauh ini, Pemprov DKI telah memberikan bantuan kepada pengungsi dari bentuk logistik dan tempat sementara.

Politisi PSI Ini Minta Anies Kunjungi Pengungsian Pencari Suaka
Warta Kota
Caleg DPRD DKI Jakarta terpilih dari Dapil 9, William Aditya Sarana pada Selasa (6/8/2019). 

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meninjau lokasi pengungsian para pencari suaka di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Kedatangan Anies dianggap bisa membawa kejelasan mengenai nasib mereka yang sudah setahun lebih berada di sana.

“Kalau memang pak Anies turun ke sana, tentu saya dukung agar tahu betul situasinya,” kata Caleg DPRD DKI Jakarta terpilih dari Dapil 9, William Aditya Sarana pada Selasa (6/8/2019).

VIDEO: 200 Ton Sampah Kali Bahagia Bekasi Terangkut Dalam Sepekan

Sepengetahuan dia, Anies belum pernah mengeluarkan pernyataan mengenai penanganan yang tepat bagi para pencari suaka ini.

Bila didiamkan terlalu lama, dikhawatirkan bisa terjadi konflik sosial berkepanjangan bagi masyarakat setempat.

VIDEO: Kasus Ikan Asin, Polisi Sebut Video Permintaan Maaf Galih di Dalam Tahanan Melanggar Aturan

Apalagi masyarakat di sana, banyak yang mengeluhkan keberadaan para pencari suaka karena dianggap mengganggu kenyamanan.

“Belum ada pernyataan mengenai penanganan yang tepat, apakah selamanya di sana atau sementara? Itu yang belum ada kebijakan dari Pak Anies,” ujar William.

Berdasarkan catatannya ada 1.127 pengungsi di sana dari berbagai negara seperti Afganistan, Sudan, Somalia dan Iran.

Para pencari suaka politik yang terlunta-lunta ditampung sementara di sebuah gedung kosong di kawasan perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (13/7/2019).
Para pencari suaka politik yang terlunta-lunta ditampung sementara di sebuah gedung kosong di kawasan perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (13/7/2019). (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)

Komposisi paling banyak berasal dari Afganistan yang berjumlah sekitar 800 orang dan sisanya dari Sudan, Somalia dan Iran.

Sejauh ini, Pemprov DKI telah memberikan bantuan kepada pengungsi dari bentuk logistik dan tempat sementara.

Akan tetapi bila mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, pemerintah daerah harus menyediakan tempat pengungsian yang layak.

VIDEO: Mati Lampu, Penjual Genset di Bekasi Kehabisan Stok

“Secara kenangan bila mengacu Peraturan Presiden, batas bantuan Pemprov sebetulnya mencarikan tempat penampungan. Di sana dekat sekolah dan permukiman warga sehingga banyak yang tidak nyaman. Apalagi tempat di sana juga tidak didesain sebagai tempat pengungsi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang menangani mereka untuk terbuka mengenai data para pencari suaka.

“UNHCR juga harus merilis orang mana saja yang terdaftar sebagai pengungsi karena data itu belum dibuka termasuk ke pemprov,” jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved