Pengamat Menilai Harga Harry Maguire Terlalu Mahal Untuk Kualitasnya

Pengamat sepak bola menilai harga Harry Maguire kemahalan. Namun Maguire memperoleh saran dari Virgil van Dijk.

Pengamat Menilai Harga Harry Maguire Terlalu Mahal Untuk Kualitasnya
Instagram/manchesterunited
Harry Maguire resmi menjadi pemain Manchester United 

Mahalnya harga Maguire ini sebenarnya adalah upaya Leicester City untuk menghalau klub-klub yang iengin membeli pemain ini. Hanya saja taktik itu tidak mempan kepada MU. Ditambah lagi, pemainnya sendiri juga sudah tergiur dengan tawaran berseragam Setan Merah.

Mau tak mau Leicester melepas pemain ini, dan berharap keuntungan dari penjualan itu bisa untuk membeli beberapa pemain lain.

Sayangnya, harga Maguire justru memicu inflasi harga pemian bek tengah. Akibatnya Brendan Rodgers kesulitan menemukan pengganti Maguire di skuad Foxes, yang harganya sesuai dengan kualitasnya.

Namun, ada peristiwa unik dari sitruasi yang muncul dari penjaualan Maguire ini, yakni Van Dijk memberikan saran kepada pemain yang mematahkan rekor nilai transfernya.

Gara-gara Harry Maguire, Harga Bek Tengah Langsung Mengalami Inflasi

Harry Maguire Resmi Menjadi Setan Merah

Gabriel Jesus Berhasil Patahkan Rekor Virgil van Dijk

Mikroskop

Sebagai mantan bek termahal di dunia, Van Dijk berhasil mengatasi tekanan yang muncul dari "gelar" itu, dan dia dengan senang hati membagi caranya.

"Setiap kali kita melakukan kesalahan, orang-orang akan menganalisa hal itu di bawah mikroskop meski kesalahan itu sangat kecil. Namun jangan terbawa dengan kata-kata orang lain.Yang harus kita lakukan adalah fokus dengan pekerjaan dan menampilkan permainan terbaik," kata bek berusia 28 tahun ini.

Gabriel Jesus berhasil menggocek Virgil van Dijk
Gabriel Jesus berhasil menggocek Virgil van Dijk (Twitter/ Semper Football)

Saran kedua adalah menikmati permainan di lapangan, dan menikmati hidup di luar lapangan. "Jangan pikirkan ha lain," kata Van Dijk.

Saran ketiga, sebagai bek termahal di dunia, lawan akan melakukan perang psikologis dengan membawa-bawa soal harga itu. Untuk itu, Van Dijk mengatasinya dengan selalu berpikir bahwa dia sedang melakukan pekerjaan yang sangat dia cintai.

Menurut Van Dijk, tekanan itu bukan hanya disebabkan oleh nilai transfer yang besar itu, melainkan karena mereka bermain untuk klub besar dan bersejarah. Perhatian pengamat kepada klub besar lebih dalam dibandingkan ke klub-klub baru atau kecil.

Sebagai pemain, kata Van Dijk, dirinya dan Maguire tak berperan dalam menentukan harga mereka. "Pasar yang menentukan, tapi dampaknya kepada pemain berupa tekanan. Tetapi tekanan itu juga disebabkan karena kita bermain untuk klub besar," tandas Van Dijk.

Penulis: AC Pingkan U
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved